bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » PERKEBUNAN DI INDONESIA
Filed: Blog
Advertisement
loading...

y38.KEBUN RAYAPerkebunan Perkebunan dungan aktif suatu tanaman obat. Meskipun banyak hambatan, DR. Martha Tilaar jalan terus. Saat ini ia telah memiliki klinik dengan dokter khusus dan salon di Jalan Prapanca Jakarta yang melayani pengobatan tradisional. Kini pemasaran produk Sari Ayu juga sudah merambah ke mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand bagian selatan, Srilanka, Nigeria, dan Belanda. “Sebenarnya permintaan dari Inggris juga ada, tapi mereka belum bisa menerima standar yang sudah ada.” Sehingga pemasaran Sari Ayu ke mancanegara saat ini baru 15% dari total pemasaran keseluruhannya yang mencapai sekitar Rp 60-miliar per tahun. Agar obat tradisional ini bisa lebih memasyarakat, DR. Martha Tilaar menyarankan kalangan dokter ikut menggunakannya. Misalnya dokter yang akan ditempatkan di puskesmas memperoleh kursus atau pendidikan mengenai obat tradisional Irwan Hidayat Direktur Pemasaran PT Sido Muncul Menurut Irwan Hidayat, prospek jamu di masa yang akan datang sangat bagus. Sebab masyarakat telah mengetahui bahwa obat-obat sintetik mempunyai efek samping, sedangkan jamu tidak ada efek sampingnya. Apalagi sekarang pemerintah banyak mendukung usaha pengembangannya. Trend kembali ke alam ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi sudah lebih dulu dimulai di luar negeri. Prospek ini juga dapat dilihat dari perkembangan pemasaran jamu Sido Muncul yang dari tahun ke tahun meningkat terus. Dan sejak 1985 sudah memasuki pasaran Malaysia dan Brunei, sekitar 5% dari total produksinya. “Sekarang PT Sido Muncul memproduksi sekitar 60 jenis jamu,” ungkap Irwan. Dan untuk itu PT Sido Muncul membutuhkan tidak kurang dari 100 ton simplisia per bulan. Meskipun demikian, Irwan Hidayat melihat masih ada kendala, seperti banyak orang yang belum percaya bahwa jamu yang diproduksi sekarang benar-benar menggunakan tanaman obat. Masih ada yang mengira bahwa jamu untuk sakit kepala dicamput dengan antipiretik. “Padahal tidak demikian, kita benar-benar menggunakan tanaman obat,” ungkapnya meyakinkan. Sedangkan kendala untuk pasaran ekspor adalah aroma. Mereka tidak biasa meminum sesuatu dengan bau yang menyengat seperti jamu. Selain itu, mereka tidak mudah menerima standar dari negara berkembang. Untuk mengatasi kendala-kendala itu, PT Sido Muncul berusaha mengadakan penelitian dan peningkatan mutu. Misalnya bekerja sama dengan perguruan tinggi. Kecuali itu, Irwan juga menyarankan agar Depkes bisa meyakinkan masyarakat bahwa minum jamu setiap hari itu baik dan tidak ada efek sampingnya, seperti yang sudah sering disarankan oleh Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia misalnya melalui seminar-seminar. Dr. J. Sidhajatra S. Ahli THT pensiunan RS Fatmawati Sebenarnya tidak semua dokter enggan menggunakan obat tradisional, salah seorang dokter yang sudah menggunakan sejak 1975 adalah dr. J. Sidhajatra S. Pada awainya dokter ini melihat bahwa seorang pasien yang harus dioperasi ternyata bisa sembuh hanya dengan jamu tanpa harus dioperasi. Memang belum semua penyakit dapat disembuhkan dengan obat-obat tradisional tapi obat-obatan mo^ern pun belum tentu bisa menyembuhkan semua penyakit, misalnya kanker. “Meskipun sudah dioperasi dan diberi berbagai terapi tidak lama kemudian orang tersebut akan mati. Sedang dengan obat tradisional memang sulit sembuh tapi pasien bisa lebih enak karena rasa sakitnya berkurang,” ungkapnya. Selain itu, ia mempercayai khasiat suatu tanaman dari se-jarahnya. Jadi hanya berdasarkan data empiris. Menurut perkiraannya, dari total sekitar 2.000 jenis tanaman obat di dunia yang sudah diselidiki tidak lebih dari 10%-nya. Ia yakin-bila ada obat tradisional menghilang berarti memang negatif, tapi bila bertahan sampai sekarang tentu karena ada khasiatnya. Sebagai seorang dokter, setelah mendeteksi suatu penyakit ia akan memberikan ramuan berbagai tanaman obat dengan dosis tertentu, karena ia menduga bahwa masing-masing obat yang dicampur itu akan saling mendukung. Pada penyakit infeksi pernapasan, saluran kencing dan infeksi lainnya, kalau belum kronis lebih cepat disembuhkan dengan antibiotik modem. Tapi kalau sudah kronis justru lebih baik menggunakan obat tradisional. Penggunaan tanaman obatnya bukan satu macam tetapi diramu dari beberapa tanaman bisa sampai 15 macam. Misalnya penyakit kanker diobati dengan macam-macam benalu, lever dengan temulawak, pegagan, kunir, Alexia sterata, dan lainnya. Penyakit ginjal diobati dengan daun meniran, kumis kucing, kejibeling, tapak li-man, kayu manis, pukat dan lainnya. Selain itu, “Keuntungan menggunakan obat tradisional tidak ada efek sampingnya,” jelas dr. Sidhajatra. Hal ini diakui oleh banyak ilmuwan baik dari kalangan kedokteran maupun umum. Menurut pengamatannya, sejak 1975 mi-nat masyarakat untuk berobat tradisional sudah cukup tinggi. Apalagi yang penyakitnya sudah kronis. Biasanya mereka yang sudah gagal berobat ke dokter baru mencoba obat tradisional. “Saya tidak bisa menyebutkan perkembangannya semakin pesat di masyarakat. Namun saya melihat semakin banyak dokter yang menggunakan obat tradisional,” jelas pemilik apo-tik khusus ramuan tanaman obat di daerah Pluit— Jakarta ini. Di apotik tersebut tersedia berbagai obat tradisional ramuan dr. Sidhajatra dalam berbagai bentuk, seperti simplisia, kapsul, atau pasta.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post PERKEBUNAN DI INDONESIA

Datfar perusahaan eksport ikan hias indonesia

PROGRAM GERAKAN TANAM, TEBAR, DAN PELIHARA UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA

BONSAI BERTARUNG MEMPEREBUTKAN GELAR TERBAIK.

AYAM DIBURU UNTUK DIAMBIL DAGINGNYA.

Peluang pengembangan wijen sangat terbuka