Home » Blog » TIDAK PUNYA AHLI WARIS GUCI BARU BISA DIBELI
Filed: Blog
Advertisement
loading...

X66.GUCI KUNO

TIDAK PUNYA AHLI WARIS GUCI BARU BISA DIBELI

keluarga si pemilik tidak menyetujui. Cerita lain guci baru bisa dibeli setelah si pemilik meninggal dan tidak punya ahli waris. Boedi menuturkan koleksi-koleksinya banyak didapat dari Kalimantan terutama dari suku Dayak yang begitufanatik. Bagi suku Dayakzaman dahulu guci adalah segala-galanya. Mereka lebih memilih berperang atau bersedia menjadi budak daripada kehilangan guci kesayangan. Namun kini setelah orang-orang dari kota-kota besar banyak masuk ke Kalimantan pada 1970-an guci-guci mereka berpindah ke tangan kolektor. “Di sana sekarang hampir tidak ada lagi guci-guci berumur tua. Kalau guci-guci modern banyak karena di Singkawang ada industrinya” lanjut Boedi. Menurut Boedi guci-guci modern mungkin terlihat lebih mencolok lantaran warna lebih ngejreng model dan bentuknya pun lebih bervariasi. Namun dari segi historis tidak ada nilainya sehingga harga pun jauh lebih rendah. Boedi mengilustrasikan sebuah guci yang mempunyai nilai historis penting sangat mahal. Oleh karena itulah usaha-usaha untuk menduplikasi guci-guci “berkualitas” selalu dilakukan. Bahan bentuk warna dan ukuran sepintas sama hanya kolektor ahli yang bisa membedakannya. Dulu waktu masih pemula pehobi tenis meja itu juga sering tertipu. Kini tidak lagi. Apalagi ia mempunyai jalan pintas untuk menguji “keaslian” guci bila kemiripannya sangat sempurna. “Ya saya datangkan ahlinya dari Oxford Authentication Ltd Inggris. Lembaga itu diakui • •• nr ^ ft Guci abad ke- J 6. Koleksi Boedi Mranata Guci beragam umur dari 100— 7.200 tahun dunia. Tingkat kebenarannya mencapai 9999%” kata Boedi. Denganalattermoluminescencesebuah guci dapat diketahui umur pembuatannya hanya dengan mengebor sedikit bagian bawah. Meski untuk mengujinya butuh biaya cukup besar Rp6-juta per guci belum termasuk ongkos pesawat dan biaya akomodasi. Memang mahal untuk sebuah kesenangan. Namun “Kalau tidak ‘diamankan’ guci-guci bersejarah dari tanahair banyak terbang ke luar negeri” alasan Boedi mengumpulkan guci. Menurut Boedi di dunia ada ribuan kolektor guci terutama di Asia Tenggara dan beberapa museum yang mengoleksi guci seperti Leeuwarden di Belanda di Kucing Sarawak serta Shanghai China. Di Indonesia sendiri selain Boedi tercatat beberapa kolektor guci di antaranya Presiden Soekarno Megawati Soekarno Putri Fauzi Bowo Miranda Gultom dan Pia Alisyabana. Terlepas dari tujuan mulia itu Boedi mengaku”Ada kerinduan terhadap sejarah saat melihat dan mengelus guci-guci itu” ucap Boedi. Kini sebagai upaya untuk mendokumentasikan guci-gucinya Boedi bersama kolektor lain sedang giat menyusun buku mengenai guci-guci tua di Indonesia.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja
tags: ,

Related Post TIDAK PUNYA AHLI WARIS GUCI BARU BISA DIBELI

KHASIAT YANG MENAKJUBKAN

RUTIN MENGKONSUMSI KOLOSTRUM SEMBUH DARI LUMPUH

PENANAMAN SEREMPAK PEMICU GEJOLAK HARGA

BIKIN LISTRIK SENDIRI BUKTI LAIN KEMAJUAN TEKNOLOGI DI BELANDA

NGERI! RUMAH PENYEDOT WALET