bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » DIABETES MELITUS
Filed: Blog
Advertisement
loading...

diabetes mPENCEGAHAN PRIMER DIABETES MELLITUS TIPE A – Djoko Hardiman Sub. Bagian Endokrinologi dan Metabolisme Bagian / SMF llmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD Dr. Muwardi Surakarta Pendahuluan Diabetes Mellitus tipe-2 (DM tipe-2) merupakan bagian terbesar dari diabetes yang ada ditengah masyarakat. Jumlah penderita DM tipe-2 di dunia dari tahun ke tahun makin lama makin meningkat, pada tahun 2003 jumlahnya sekitar 189 juta dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 324 juta atau meningkat 0,72 kali dibanding tahun 2003. Di kawasan Asia jumlah penderita DM pada tahun 2003 didapatkan jumlahnya sekitar 81,8 juta dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat 0, 91 kali yaitu sekitar 156,1 juta (Zimmet, 2003). Di Indonesia diperkira¬kan pada tahun 2030 terdapat 12 juta penderita diabetes mellitus (diabetisi) di daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural (PERKENI, 2006). Prediabetes merupakan suatu kondisi individu dengan kadar glukosa darah lebih tinggi dari rentang normal tetapi belum meneapai kondisi diabetik, yaitu individu dengan toleransi glukosa terganggu dan’ atau glukosa darah puasa terganggu (ADA, 2002) dan sebagian besar individu prediabetes telah didapatkan peningkatan risiko percepatan timbulnya aterosklerosis (Hayden & Tyagi, 2002), yang selanjutnya terjadi penyakit kardiovaskuler (PKV) dan kematian dini akibat komplikasi penyakit kardiovaskuler aterosklerotik (Eastman, 1997; Balkau et al., 1998 ; The DECODE study group, 2001; Saydah et al., 2001). Perlu dimengerti bahwa prediabetes merupakan kondisi yang mendahului terjadinya DM tipe-2 Demikian juga jumlah individu dengan toleransi glukosa terganggu (TGT) di dunia dari tahun ke tahun makin lama makin meningkat, pada tahun 2003 jumlahnya sekitar 314 juta dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 472 juta atau meningkat 0,50 kali dibanding tahun 2002. Di kawasan Asia jumlah individu TGT pada tahun 2003 didapatkan sekitar 170 juta dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat 0,55 kali yaitu sekitar 263 juta (Zimmet, 2003). Dalam makalah ini akan diketengahkan mengenai upaya pencegahan primer diabetes mellitus tipe-2. Dalam Maret 2002 the Department of Health and Human Services (DHHS) dan American Diabetes Association ( ADA) telah menentukan suatu terminologi baru suatu keadaan atau kondisi individu dengan kadar glukosa darah lebih tinggi dari rentang normal tetapi belum mencapai kondisi diabetik, sebagai prediabetes yaitu individu dengan toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT), tanpa adanya keluhan maupun gejala apapun. Kondisi prediabetes yaitu IGT atau Toleransi Glukosa Terganggu bila kadar glukosa plasma 140 – 199 mg/dL, dan atau kadar glukosa plasma IFG atau Glukosa Darah Puasa Terganggu antara 100 – 125 mg/dL. Dalam kurun waktu 10 tahun akan berkembang menjadi DM tipe-2. Individu dengan TGT atau GDPT mungkin kadar glukosanya normal (euglikemia) dalam kehidupan mereka sehari-hari, ditunjukkan oleh kadar HbA1c yang normal atau mendekati normal. TGT dan GDPT sebenamya bukanlah suatu entitas klinis tersendiri, tetapi lebih merupakan kategori risiko ke arah diabetes dan atau penyakit kardiovaskuler di masa mendatang. TGT sering dikaitkan dengan sindroma metabolik. Dengan demikian, kondisi prediabetik mungkin tidak terlibat langsung dalam pathogenesis penyakit kardiovaskuler, namun mungkin sebagai indikator peningkatan risiko berdasarkan hubungannya dengan faktor risiko kardiovaskuler lainnya. Resistensi insulin merupakan suatu keadaan penurunan kemampuan tubuh dalam merespon insulin baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh, sehingga terjadi penurunan pada ambilan glukosa (uptake glucose) dan penggunaan glukosa (utilization) oleh tubuh, dibanding orang normal ( ADA, 1998; Lebovitz, 2001). Resistensi insulin merupakan dasar timbulnya prediabetes, dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor keturunan, pola makarr yang tidak sehat seperti tinggi lemak atau tinggi karbohidrat maupun kurang serat, pola hidup yang kurang aktivitas fisik atau olahraga , kegemukan (obesitas), bertambahnya umur, penggunaan obat-obat tertentu. Resistensi insulin terjadi pada beberapa jaringan seperti di hati, jaringan lemak dan otot skelet, yang pada akhirnya terjadi hiperinsulinemi. Kondisi hiperinsulinemia lambat laun akan menyebabkan terjadinya hipertensi, yang pada gilirannya dapat mempercepat timbul aterosklerosis ataupun penyakit kardiovaskuler. Suatu penelitian epidemiologi yang bertujuan mencari hubungan antara kadar glukosa dua jam pasca pembebanan (pada TTGO) dan angka kematian serta kejadian komplikasi kardiovaskuler pada penelitian Diabetes Epidemiology : Collaborative Analysis Of Diagnostic Criteria in Europe (DECODE), berkesimpulan bahwa ada korelasi kuat secara statistik antara kadar glukosa plasma 2 jam pasca pembebanan (TGT ataupun DM tipe-2) dengan meningkatnya angka kematian penyakit kardiovaskuler. Penelitian yang serupa The Funagata Diabetes Study yang mengamati subyek TGT selama 7 tahun, menyimpulkan bahwa angka kematian yang disebabkan penyakit arteri koroner dan stroke lebih tinggi pada TGT dibanding pada GDPT. Selanjutnya dari penelitian DECODE dan Funagata study tersebut juga berkesimpulan yang sama bahwa hiperglikemi merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler. Hasil penelitian Hannefeld et al., terhadap penebalan tunika intima- media arteri karotis pada TGT dan GDPT, menyimpulkan bahwa baik pada TGT maupun pada TGT-GDPT tunika intima-media arteri karotis lebih tebal dibanding pada GDPT. Dari data penelitian epidemiologi maupun pemeriksaan tunika intima-media dapat disimpulkan bahwa hiperglikemi merupakan penyebab penyakit aterosklerosis kardio¬vaskuler. Suatu penelitian epidemiologi yang bertujuan mencari hubungan antara kadar glukosa dua jam pasca pembebanan. (pada TTGO) dan angka kematian serta kejadian komplikasi kardiovaskuler pada penelitian Diabetes Epidemiology : Collaborative Analysis Of Diagnostic Criteria in Europe (DECODE), berkesimpulan bahwa ada korelasi kuat secara statistik antara kadar glukosa plasma 2 jam pasca pembebanan (TGT ataupun DM tipe-2) dengan meningkatnya angka kematian penyakit kardiovaskuler. Penelitian yang serupa The Funagata Diabetes Study yang mengamati subyek TGT selama 7 tahun, menyimpulkan bahwa angka kematian yang disebabkan penyakit arteri koroner dan stroke lebih tinggi pada TGT dibanding pada GDPT. Selanjutnya dari penelitian DECODE dan Funagata study tersebut juga berkesimpulan yang sama bahwa hiperglikemi merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler.

Komplikasi pada pembuluh darah besar (makrovaskuler) sampai sekarang masih merupakan tantangan yang belum terpecahkan secara tuntas dalam managemen pasien dengan DM tipe-2.

Pada pasien yang baru terdiagnosa DM tipe-2, lebih sering dihubungkan dengan komplikasi mikrovaskuler dibanding terjadinya komplikasi makrovaskuler. Salah satu penjelasan mengenai hubungan tersebut yaitu adanya beberapa i IJ« hasil beberapa penelitian lain yang menyimpulkan bahwa rltlko terjadlnya penyakit kardiovaskuler sudah berlangsung saat sebelum onset DM tlpe- 2 muncul yaitu pada saat dalam kondisi prediabetes. Faktor risiko kardiovaskuler pada umumnya terjadi pada individu prediabetes dan banyak faktor risiko tradisional lain, diantaranya obesitas, hipertensi, dan dislipidemia yang merupakan ciri utama sindroma resistensi insulin, Terjadinya peningkatan adanya resistensi insulin dan kemunduran sekresi insulin sekaligus merupakan prediktor terjadinya perkembangan kearah DM tipe-2 (Festa et al., 2003). Sebelumnya dalam penelitian the San Antonio Heart Study bahwa perubahan kearah aterogenik pada faktor risiko kardiovaskuler pada individu prediabetes utamanya disebabkan oleh adanya resistensi insulin dibanding defek sekresi insulin (Haffner et al., 1998; Festa et al., 2003). Sedangkan penyakit kardiovaskuler terbukti berhubungan dengan adanya proses inflamasi kronik, maupun subklinis , yang diindikasikan pada kondisi adanya peningkatan kadar protein proinflamasi sistemik. Demikian juga bahwa protein proinflamasi telah terbukti berhubungan dengan adanya resistensi insulin (Festa et al., 2000) dan kadar glukosa darah, Selanjutnya peningkatan protein proinflamasi juga dihubungkan dengan insidensi diabetes mellitus pada populasi umur muda (Festa et al., 2005), populasi usia lanjut (Barzilay et al, 1999), wanita sehat usia muda (Fernadez-Real JM & Ricart W, 2003), dan populasi usia muda suku Pima Indian (Vosarova et al., 2002). Dilain pihak peningkatan Kolesterol-LDL (Kolesterol jelek) merupa¬kan salah satu diantara prediktor terjadinya penyakit arteri koroner. Penurunan Kolesterol-LDL akan menurunkan serangan penyakit vaskuler. Walaupun sebagian besar pasien dengan penyakit arteri koroner didapatkan kolesterol-LDL yang tinggi, namun banyak juga didapatkan pasien dengan kolesterol-LDL nya- dalam batas normal. Dalam kelompok ini , faktor risiko nontradisional seperti low grade systemic inflammation telah terbukti dapat menyokong dalam menjelaskan perkembangan kearah penyakit arteri koroner (Ridker, 2003). Adanya kelainan metabolisme kolesterol-LDL dengan peningkat¬an kolesterol-LDL yang kaya akan trigliserida lebih-meningkatkan kondisi inflamasi vaskuler (Marz et al., 2004). Diabetes Mellitus tipe-2 Diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan tanda kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal (hiperglikemia) yang merupakan akibat adanya kelainan kinerja insulin (resistensi insulin), gangguan dalam sekresi insulin, atau kombinasi keduanya. Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein berkaitan dengan perkembangan terjadinya kelainan, disfungsi dan kerusakan beberapa organ khususnya mata, ginjal, syaraf, jantung dan pembuluh darah. Resistensi insulin merupakan suatu keadaan penurunan kemampuan tubuh dalam merespon insulin baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh, sehingga terjadi penurunan pada ambilan glukosa (uptake glucose) dan penggunaan glukosa (utilization) oleh tubuh, dibanding orang normal ( ADA, 1998; Lebovitz, 2001). Demikian juga bahwa resistensi insulin merupakan dasar timbulnya DM tipe-2, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor keturunan, pola makan yang tidak sehat seperti tinggi lemak atau tinggi karbohidrat maupun kurang serat, pola hidup yang kurang aktivitas fisik atau olahraga , kegemukan (obesitas), bertambahnya umur, penggunaan obat-obat tertentu. Konsekuensi adanya resistensi insulin dapat ditentukan dengan mengamati jalur aksi insulin dimana resistensi insulin terjadi dan latar belakang genetik individu, dan timbulnya konsekuensi tersebut sangat dipengaruhi kondisi fungsi sel (3. Pada sindroma metabolik, resistensi insulin terjadi pada aktivitas insulin dalam meregulasi jalur PI 3-kinase (McFarlane et al., 2001). Pada kondisi fungsi sel p yang normal, timbulnya resistensi insulin akan menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan perkembangan profit sel endotel kearah terjadinya aterosklerosis atau sindroma polikistik ovarii pada wanita. Dilain pihak pada kondisi insufisiensi fungsi sel p, timbulnya resistensi insulin terutama akan menyebakkan terjadinya DM tipe-2. Adanya gangguan dalam sekresi insulin pada penderita DM tipe-2, tubuh masih dapat tetap memproduksi insulin, tetapi tidak niencukupi.

Fungsi kelenjar pankreas pada pasien DM tipe-2 tidak hanya memproduksi jumlah insulin yang tidak mencukupi, tetapi juga sekresi insulin yang terlambat dalam merespon peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Fakta-fakta penting problem Diabetes di seluruh dunia diantaranya : 1. Setiap 30 detik, di seantero dunia, satu kaki akan hilang sebagai akibat penyakit diabetes. Sehingga dalam satu tahun lebih dari 1 juta amputasi terpaksa dilakukan, dan diperkirakan hingga 85 % amputasi ini seharusnya dapat dicegah. 2. DM tipe-2 sebagai penyebab angka kematian yang lebih tinggi dibanding HIV/ AIDs. 3. SetiapIO detik, satu orang meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan DM tipe-2, dan pada waktu yang bersamaan juga ditemukan 2 penderita DM tipe-2 baru. 4. Diabetes adalah penyebab utama kebutaan dan penglihatan kabur pada orang dewasa di -negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. 5. Lebih dari 90 % kasus diabetes merupakan DM – tipe-2. 6. Seorang diabetesi tipe-2 mempunyai risiko serangan jantung yang sama besar dengan seorang non diabetes tetapi pernah mengalami serangan jantung. 7. Kegemukan merupakan faktor penting bagi terjadinya DM tipe-2. 8. Pada tahun 1985 terdapat 30 juta penderita DM tipe-2 di dunia, tahun 2000 meningkat menjadi 171 juta, dan diperkirakan pada tahun 2030 terdapat 366 juta penderita DM tipe-2. 9. Di Indonesia pada tahun 2006 diperkirakan terdapat 14 juta DM tipe-2, tetapi baru 50% yang sadar sebagai penderita DM tipe-2 dan diantaranya hanya 30% saja yang datang berobat. 10.Sebenarnya banyak penderita DM tipe-2 tersebut dapat dikendalikan atau dicegah terjadinya, dengan hanya melaksanakan pola hidup sehat seperti pola makan yang sehat, dan pola aktivitas fisik yang terprogram serta terukur. Obesitas (kegemukan) merupakan suatu keadaan terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh, terjadi akibat energi yang masuk berlebihan (pola makan yang tidak sehat) dan energi yang digunakan tubuh menurun (pola hidup kurang aktivitas fisik), yang sering juga dihubungkan dengan adanya faktor keturunan (genetik). Obesitas dapat menimbulkan berbagai problem, seperti penampilan kurang menarik, rasa percaya diri berkurang, dan yang perlu kita sadari bahwa menimbulkan gangguan kesehatan sub kllnis (yang tanpa gajalifain blla kondisi ini tidak dikelola dengan baik akan dapat menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya di kemudian hari, terutama terjadinya penyakit jantung koroner dan DM tipe-2. Lemak yang banyak ditimbun di pinggang dan rongga perut pada pria, umumnya seperti “buah apel”. Sedangkan pada wanita menyerupai ”buah pir”, penumpukan lemak terjadi di bagian bawah, seperti pinggul, pantat dan paha. Gemuk bentuk “apel” lebih berbahaya dibandingkan gemuk bentuk ”pir”. Yang berbahaya adalah timbunan lemak di dalam rongga perut, yang disebut sebagai obesitas sentral atau obesitas abdominal. Cara yang paling gampang mengukur tingkat kegemukan adalah mencubit daging di bagian perut. Bila dapat mencubit daging di bagian perut sebesar lebih dari 5 Cm, maka dapat dikatakan sebagai kegemukan atau obesitas. Prediabetes dan DM tipe-2 seringkali bersama-sama dengan obesitas, hipertensi dan dislipidemia (kadar kolesterol HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi) sebagai manifestasi dari Sindroma Metabolik yang merupakan kumpulan dari beberapa faktor risiko timbulnya penyakit kardiovaskuler, yang terjadi pada 47 juta orang di Amerika Serikat. Komponen sindroma metabolik tersebut sudah dapat diidentifikasi pada subyek prediabetik beberapa tahun sebelum ditegakkannya diagnosis DM tipe-2. Penelitian epidemiologis, termasuk Paris Prospective Study (PPS), menunjukkan bahwa prediabetes merujuk pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Pasien yang akhirnya menderita DM tipe-2, menunjukkan risiko ikutan gangguan aterosklerotik, yang dimanifestasikan sebagai peningkatan risiko 2-4 kali lipat untuk kejadian penyakit kardiovaskuler, stroke dan penyakit vaskuler perifer, dibandingkan subyek non diabetik. Risiko terjadinya serangan pertama infark miokard pada pasien diabetik mirip dengan risiko serangan berulang infark miokard pada pasien non diabetik yang telah mengalami serangan sebelumnya. Sayangnya, prognosis terjadinya serangan berulang infark miokard atau dilakukannya angioplasti perkutan lebih tinggi pada subyek diabetik daripada non diabetik. Disparitas tragis ini menekankan pentingnya usaha pencegahan berkembangnya prediabetes menjadi diabetes mellitus tipe-2. mendahului terjadinya DM tipe-2. Beberapa studi telah membuktlkan bahwa resistensi insulin merupakan dasar timbulnya prediabetes, Resistensi insulin dapat disebabkan oleh berbagai factor, antara lain faktor keturunan, pola makan yang tidak sehat seperti tinggi kalori atau tinggi gula maupun kurang serat, pola ‘hidup yang kurang aktivitas fisik atau olahraga, kegemukan (obesitas), bertambahnya umur, penggunaan obat-obat tertentu. Resistensi insulin terjadi pada beberapa jaringan seperti di hati, jaringan lemak dan otot skelet, yang pada akhirnya terjadi hiperinsulinemi. Kondisi hiperinsulinemia lambat laun akan menyebabkan terjadinya hipertensi, yang pada gilirannya dapat mempercepat timbul aterosklerosis ataupun penyakit kardiovaskuler. Demikian juga bahwa insidensi prediabetes dari tahuh ke tahun meningkat dengan pesat, apalagi risiko prediabetes untuk mendapatkan penyakit kardiovaskuler sama dengan diabetes mellitus, Oleh karena itu prediabetes merupakan ancaman yang tersembunyi, dan perlu kita sadari bahwa prediabetes dapat menimbulkan gangguan kesehatan sub klinis (yang tanpa gejala) dalam arti merasa sehat-sehat saja, namun bila kondisi ini tidak dikelola dengan baik akan dapat menyeba.bkan timbulnya penyakit berbahaya di kemudian hari terutama timbulnya Diabetes Mellitus tipe-2 dan penyakit kardiovaskuler. Pencegahan primer yang dimaksud merupakan upaya yang ditujukan pada individu prediabetes, agar dapat dicegah berkembang menjadi DM tipe-2 dan timbulnya penyakit- kardiovaskuler. Dengan berbagai upaya kendali lingkungan dan perilaku dalam masyarakat yang ditujukan untuk menurunkan tingkat faktor risiko penyebab pada populasi atau kelompok individu tanpa • memperhatikan tingkat risiko individii. Merubah pola hidup secara intensif, intervensi dengan obat-obatan dan menghentikan rokok merupakan cara terbaik dalam tatalaksana prediabetes dengan tujuan mencegah perkembangan menjadi DM tipe-2 dan timbulnya penyakit kardiovaskuler. Ada 3 macam faktor risiko untuk timbulnya prediabetes yaitu faktor risiko yang tidak dapat dirubah, faktor risiko yang dapat dirubah dan faktor lain yang terkait dengan risiko prediabetes. Faktor risiko yang tidak dapat dirubah meliputi (1) riwayat keluarga (genetik) dengan prediabetes; (2) umur, risiko untuk mendapatkan prediabetes meningkat seiring dengan meningkatnya umur; (3) riwayat lahir dengan berat badan rendah kurang dari 2,5 kg. Sedangkan faktor risiko yang dapat dirubah meliputi (a) pola hidup dengan makan yang tidak sehat, dengan tinggi kalori, tinggi gula dengan rendah serat, (b) kegemukan; (c) pola hidup kurang aktivitas fisik atau olah raga; (d) hipertensi; (e) dislipidemia. Selain itu masih ada faktor lain yang terkait dengan risiko prediabetes meliputi penderita sindroma metabolik, dan penderita dengan sindroma polikistik ovarium. Dalam thesis yang berjudul “Intervensi jangka pendek dengn metformin pada prediabetes non obes” suatu penelitian perspektif eksperimental mengenai pencegahan primer perkembangan prediabetes ke diabetes dan aterosklerosis, saya laporkan bahwa intervensi jangka pendek dengan metformin pada subyek prediabetes non obes, dapat menurunkan secara signifikan risiko berkembangnya menjadi DM tipe-2, dan juga dapat menurunkan secara signifikan faktor risiko penyakit kardiovaskuler dibanding kelompok yang mendapatkan plasebo, namun penengedalian resistensi insulin dalam penelitian ini tidak dipengaruhi secara signifikan (Hardiman, 2005). Perubahan pola makan pada prediabetes dengan jumlah asupan kalori sesuai. kebutuhan yang berdasarkan jenis kelamin, umur, berat badan dan aktivitas fisik dan pekerjaan sehari-hari. Jumlah asupan kalori makanan sehari-hari harus disesuaikan dalam usaha mencapai berat badan ideal. Asupan karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang, sehingga tidak menimbulkan kenaikan gula darah yang tinggi setelah makan. Selain itu asupan makanan juga mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Dengan melaksanakan perubahan pola makan secara intensif, selain diperoleh penurunan berat badan sebanyak 5-10 % bagi prediabetes dengan kegemukan, juga didapatkan penurunan faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL maupun kadar trigliserida serta peningkatan kadar koleserol HDL, yang semua ini dapat mencegah atau memperlambat perkembangan kearah DM tipe-2 dan timbulnya penyakit kardiovaskuler. Perubahan pola hidup kurang aktivitas dengan latihan jasmani yang terukur dan terprogram, disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, latihan jasmani diusahakan sesuai dengan konsep CRIPE (Continuous, Rhythmical, Interval, Progressive and Endurance training). Dengan latihan jasmani aerobik seperti jalan kaki atau jogging maupun senam ataupun renang, diusahakan mencapai zona sasaran yakni frekuensi denyut nadi maksimal 3/4 (220 – umur). Latihan jasmani dibayi menjadi 3-4 kali tiap minggu, selama 30 – 45 menit. Dengan latihan jasmani yang intensif, terprogram dan jangka panjang, dapat menurunkan berat badan, menurunkan kadar gula darah, memperbaiki kepekaan dan menambah jumlah reseptor insulin dengan demikian dapat menurunkan resistensi insulin, menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, meningkatkan kadar kolesterol HDL, memperbaiki dan memelihara elastisitas jaringan-jaringan organ tubuh seperti jantung atau paru maupun seluruh pembuluh darah dalam tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan hasil akhir dapat mencegah atau memperlambat perkembangan prediabetes kearah timbulnya DM tipe-2 dan timbulnya penyakit kardiovaskuler. Penutup Prediabetes meliputi toleransi glukosa terganggu dan glukosa darah puasa terganggu, merupakan kondisi yang mendahului terjadinya DM tipe-2, perlu diketahui lebih dini untuk mencegah berkembangnya menjadi DM tipe-2 ataupun penyakit kardiovaskuler. Prediabetes dan sindroma metabolik merupakan sumber utama DM tipe-2, yang nantinya akan menimbulkan masalah kesehatan global yang makin bertambah, terutama akibat komplikasi kardiovaskulernya. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan glukosa baik puasa maupun 2 jam setelah pembebanan terutama bagi mereka yang mempunyai faktor risiko DM tipe-2 secara berkala. Merubah pola makan yang tidak sehat maupun pola hidup yang kurang aktivitas fisik secara intensif dan berkesinambungan jangka panjang, intervensi farmakologi dan menghentikan rokok merupakan tatalaksana prediabetes dengan tujuan mencegah perkembangan menjadi DM tipe-2 dan timbulnya penyakit kardiovaskuler, yang akhirnya dapat mencegah meningkatnya morbiditas, rfiortalitas, dan beban pembeayaan kesehatan akibat komplikasinya. DIABETES DAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL Supriyanto Kartodarsono Sub. Bagian Endokrinologi dan Metabolisme Bagian/SMF llmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / RSUD Dr. Muwardi Surakarta Pendahuluan Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi kronis akibat kurangnya sekresi insulin atau kerja insulin yang tidak normal atau kedunya. Bila tidak dikelola dengan baik Diabetes Melitus (DM) akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronik, salah satunya adalah komplikasi pada ginjal yang dikenal sebagai Nefropati Diabetik (ND), yang dapat berakibat terjadinya penurunan fungsi ginjal bahkan sampai dapat terjadi gagal ginjal tahap akhir (gagal ginjal terminal). Diabetes Melitus merupakan penyebab terbanyak terjadinya gagal ginjal di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, demikian pula di Indonesia dan di negara-negara berkembang lain di Asia dan Afrika ditemukan kecenderungan yang sama. Di Amerika Serikat dari kasus baru penderita gagal ginjal terminal-40% diantaranya disebabkan oleh Diabetes Melitus, dan kurang lebih sepertiganya memerlukan terapi cuci darah atau cangkok ginjal. Sekitar 20-40% penyandang DM akan mengalami nefropati daibetik (ND), diamana didapatkan gejala albuminuria (albumin dalam urin) persisten pada kisaran 30-299 mg/24jam (albuminuria mikro). Sedangkan diagnosis nefropati diabetik ditegakkan bila kadar albumin sama atau lebih dari 300 mg dalam urin 24 jam pada 2 dari 3 pemeriksaan dalm kurun waktu 3-6 bulan, tanpa penyebab albuminuria lain. Nefropati Diabetik merupakan salah satu penyebab utama kemati¬an dan kecacatan pada penderita DM dan penderita ND sering memerlukan terapi pengganti berupa cuci darah atau cangkok ginjal, maka perlu dilakukan pencegahan secara dini supaya tidak terjadi ND pada penderita DM, atau kalau yang sudah terlanjur menderita ND maka progreisivitasnya harus dihambat supaya tidak terjadi pembengkakan biaya dan timbulnya kecacatan atau bahkan kematian. Deflnlsl Nefropati Diabetik (ND) merupakan sindroma klinis pada penderita DM yang ditandai dengan albuminuria menetap (*300 mg/24 jam atau 2200 ng/menit) pada dua kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan, tanpa penyebab albuminuria yang lain. Bagaimana Nefropati Diabetik terjadi Masing-masing ginjal tersusun dari ratusan ribu unit penapis (filter) yangt disebut nefron, masing-masing nefron tersusun dari kumpulan pembuluh darah halus yang disebut glomerulus. Secara bersama-sama struktur tadi bekerja membuang sampah hasil sisa metabolism dari dalam tubuh manusia,. Pada waktu aliran darah melewati ginjai molekul- molekul kecil seperti produk sampah tadi akan dibuang lewat lubang- lubang sangat kecil diglomerulus, sampah sisa metabolisme tadi dibuang keluar tubuh sebagai bagian dari urin. Substansi-substansi yang berguna untuk tubuh seperti protein dan sel darah merah terlalu besar untuk melewati lubang tadi sehingga tidak ikut keluar bersama urin dan tetap berada dalam darah. Kadar gula yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan kerusakan struktur nefron yang mengakibatkan terjadinya penebalan dan scar yang menetap.Setelah beberapa tahun terjadilah kebocoran dan protein yang berguna bagi tubuh akan hilang bersama urin, adanya sejumlah kecil protein dalam urin disebut mikroalbuminuria. Pada waktu ND masih awal (mikroalbuminuria), pengobatan intensif dapat mencegah perburukan dari keiainan pada ginjal. Akan tetapi apabila sudah dijumpai jumlah protein yang yang besar dalam urin (yang disebut makroalbuminuria) maka akan diikuti dengan penurunan fungsi ginjal. Apabila beban ginjal berlebihan maka produk-produk sampah akan menumpuk didalam darah, akhirnya fungsi ginjal semakin menurun maka penderita akan mengalami gagal ginjal terminal, dan transplantasi atau penggantian ginjal dengan mesin (dialysis) diperlukan. Perjalan Penyakit Nefropati Diabetik Pada tahap awal seseorang penderita DM terbukti menderita ND apabila sudah mulai ditemukan adanya albuminuria mikro (£30mg/24 jam atau 20ng/menit), penderita DM yang sudah mengalami albuminuria mikro dikatakan sebagai penderita ND insipien. Apabila pada orang tertsebuit tidak mendapatkan perlakuan kusus maka akan berkembang menjadi ND yang nyata (overt ND) dan dapat berlanjut menjadi gagal ginjal terminal. Tahapan-tahapan perjalan penyakit pada Nefropati Diabetik Tahap1. Terjadi hipertropi dan hiperfiltrasi (peningkatan laju filtrasi) glomerulus. Tahap 2. Secara klinis belum tampak kelainan yang berarti, laju filtrasi glomerulus meningkat, ekskresi albumin dan tekanan darah masih normal. Terdapat perubahan histologist awal berupa penebalan membran basal yang tidak spesifik. Tahap 3. . Ditemukan albuminuria, mikroskopik atau mulai terjadi nefropati insipient. Rata-rata ekskresi albumin dalam urin 20- 200ng/menit (30-300 mg/24 jam). Tekanan darah mulai meningkat. Secara histologis didapatkan peningkatan ketebalan membran basal. Tahap 4. Merupakan tahap nefropati yang sudah lanjut. Perubahan histologis lebih jelas, timbul hipertensi pada sebagian besar penderita. Sering ditemukan sindroma nefrotik (protein urin s3g/24 jam). Laju filtrasi glomerulus menurun, kecepatan penurunnya biasanya berbanding lurus dengan peningkatan tekanan darah. Tahap 5. Timbulnya gagal ginjal terminal, diperlukan pengobatan cuci darah (dialisa) atau transplantasi ginjal. Mikroalbuminuria Mikroalbuminuria didefinisikan sebagai ekskresi albumin lebih dari 30mg/hari dan dianggap sebagai prediktor penting timbulnya nefropati diabetic. Perlu diingat bahwa penyebab mikrolabuminuria disamping DM ada penyebab yang lain, misalnya tekanan darah tinggi, umur lanjut, ketiamilan, asupan protein yang tinggi, infeksi sistemik atau saluran kemih, dema, latihan berat dan gagal jantung. Diagnosis mikroalbuminuria ditegakkan jika 2 dari 3 kali pemerik- saan berturut-turut dalam 3 bulan menunjukkan mikroalbuminuria. Keadaan-keadaan penting yang ada hubungannya dengan mikro¬albuminuria yang harus diperhatikan antara lain: 1) nefropati diabetik, 2) gagal jantung, 3) hipertensi, 4) hiperlipidemia. Jika ditemukan keadaan mikroalbuminuria pada keadaan yang berhubungan dengan keadaan- keaadan diatas maka perlu dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lain. Faktor reaiko Nefropati Diabetik Tidak semua penderita diabetes mellitus akan jatuty dalam keadaan ND, faktor yang berpengarJh timbulnya ND pada penderita DM meliputi: Kontrol gula darah, Faktor genetik dan.Tekanan darah Oleh karena itu akan lebih batk pada penderita DM untuk mencega^ timbulnya ND dengan kontrol gula darah secara ketat dan tekanan darah dipertahankan dalam keadaan normal. Secara ringkas faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya nefropati diabetik pada penderita DM meliputi: a) Kurang terkendalinya kadar gula darh (guia darah puasa > 140- 160mg/dl; A1C >7-8%). t b) Faktor genetik, riwayat keluarga denag .penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi. / c) Kelainan hemodinamik (peningkatan aliran darh ginjal dan filtrasi glomerulus. Peningkatan tekanan intraglorrteruler) d) Hipertensi sitemik / e) Sindroma resistensi insulin (sindroma .metabolik) f) Peradangan j g) Perubahan permeabilitas pembuiluh darah h) Asupan protein berlebih / i) Gangguan metabolik (gangguan metabolism poliol, pembentukan AGEs, peningkatan produksi sitokin)’ j) Pelepasan faktor pertumbuhan (growth factor) k) Kelainan metabolism lemak dan protein I) Kelainan struktural dari ginjal m) Hiperlipidemia n) Merokok Gejala klinis / Pada stadium awal ND tidak /menimbulkan gejala, pada keaadan lanjut dimana terjadi ekskresi proiein dalam jumlah besar dan fungsi ginjal semakin menurun sehingga terjadi peningkatan penimbunan sampah sisa metabolism, maka dapat mulai timbul gejala, berupa: a) Edema, sekitar mata pada pagi hari dan dikaki dsetelah aktivitas dan dapat berkembang menjadi edema seluruh tubuh. Dapat terjadi sesak nafas akibat edema paru dan asites. b) Urin berbuih dan keruh (proteinuria) c) Peningkatan berat b^dan oleh karena retensi cairan d) Mual dan muntah e) Malaise f) Fatique g) Sakit kepala h) Cegukan i) Gata-gatal seluruh tubuh j) Anemia k) Hipertensi Abnormalitas laboratorium yang pertama-tama dijumpai adalah mikroalbuminuria yang positif, kreatinin serum dan BUN akan meningkat apabila kerusakan pada ginjal menjadi progresif. Untuk memastikan diagnosis NO diperlukan biopsi ginjal, akan tetapi biopsi jarang dikerja- kan. Secara klinis ND dapat didiagnosa apabila ditemukan: 1. Proteinuria yang menetap 2. Retinopati diabetik 3. Tidak adanya penyakit ginjal atau penyebab proteinuria yang lain Penatalaksanaan Tujuan utama dari penatalaksanaan penderita ND adalah meng- hambat progresivitas dan mencegah komplikasi, meliputi: a) Kendalikan glukosa darah b) Kendalikan tekanan darah c) Diet protein 0,8 g/kgBB perhari, jika terjadi penurunan fungsi ginjal yang bertambah berat diet protein diberikan 0,6- 0,8g/kgBB/hari d) Terapi dengan obat penghambat ACE atau penyekat reseptor angiotensin II atau kombinasi keduanya e) Jika ada kontraindikasi terhadap penyekat ACE atau reseptor angiotensin, dapat diberikan antagonis kalsium nondihidropiridin f) Idealnya bila klirens kreatinin 90 %) atau non aterosklerosis (spasme, kelainan pembuluh darah jantung). Angina pectoris secara klinik dibagi 3 yaitu angina pectoris stabil,angina pectoris tak stabil dan angina prinzmetal. A. Angina pektoris stabil. Adalah angina pectoris yang sudah berlangsung selama 2 bulan. Selama serangan angina dengan pola yang tetap, biasanya sewaktu serangan dapat diatasi oleh si penderita. Keluan timbul karena terjadi peningkatan kebutuhan oksigen selama aktifitas tertentu sedangkan aliran pembuluh darah jantung tetap. B. Angina pektoris tak stabil. Adalah angina pectoris yang berlangsung lebih 15 menit setiap kali serangan, yang berubah polanya setiap serangan yaitu lebih sering, lebih keras dan lebih lama. Serangan terjadi baik pada waktu istirahat atau kerja ringan. Angina pektoris yang timbulnya pertama kali juga dimasukkan dalam angina pektoris tak stabil. Angina pektoris jenis ini sudah terdapat kelanian jika , dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi, Pada waktu serangan aliran pembuluh darah jantung sudah ada kelainan penyumbatan yang menetap dan disertai spasme. C. Angina prinzmetal. Adalah angina pektoris yang timbul pada waktu istirahat dan jika diperiksa sudah ada kelainan pada pemeriksaan elektrokardiografi dan kelainan tersebut dapat menghilang jika tidak terjadi serangan angina. Serangan ini biasanya timbul pada waktu tengah malam dan jam 8 pag! Keluan timbul karena adanya spasme pembuluh darah jantung pada bagian yang besar dan luas yang biasanya karena adanya aterosklerosis atau sumbatan. 2. Silent miokardial iskemia. Adalah keluan angina pektoris yang tidak khas, yang kemungkinan penderita mempunyai nilai ambang nyeri yang tinggi, serangan biasanya timbul pada pagi hari. Pada pemeriksaan elektrokardiografi sudah ada kelainan. Silent miokardial iskemia lebih sering terdapat pada penderita diabetes mellitus. 3. Sindroma koroner akut. Adalah keluan angina pektoris yang khas yang berlangsung lebih 30 menit yang tidak hilang dengan istirahat atau diberi obat-obatan. Sindroma koroner akut merupakan keadaan yang gawat yang bila tidak ditangani secara cepat dapat menimbulkan kematian dengan cepat. Pada umumnya sindroma koroner akut sudah terjadi penyumbatan yang total pada pembuluh darah jantung, sehingga menyebabkan penutupan aliran darah jantung. Pada pemeriksaan elektrokardiografi sudah ada kelainan yang menetap dan sudah terjadi kerusakan pada otot-otot jantung karena kekurangan oksigen akibat penyumbatan pembuluh darah jantung. Biasanya kematian terjadi pada jarh-jam pertama serangan. Diagnosis Untuk menentukan atau mendiagnosis penyakit jantung koroner harus memperhatikan tanda-tanda dan gejala klinis yang ada, serta ditemukan kelainan pada elektrokardiografi, uji beban latihan (treadmill), angiografi pembuluh darah jantung, pemeriksaan kimia darah dan ekokardiografi. Pada penderita diabetes mellitus jarang menimbulkan keluan sehingga sulit untuk menetukan diagnosis yang tepat dan lebih sering memberikan manifestasi silent miokardial iskemia, maka diperlukan pemeriksaan treadmill, holter monitor atau arteriografi. Ketapatan diagnosis tidak saja terletak pada cara pemeriksaan atau alat yang digunakan, tetapi pada keahlian atau pemgalaman dokter yang memeriksa. Dengan demikian tidak boleh mengandalkan pada pemeriksaan yang canggih saja, tetapi yang paling penting adalah kemampuan dokter dalam melihat tanda dan keluan penderita. Krentz A,Lawrence jM’8ummlr» lKW,W»!ton I. cardiovascular disease. In Clinical Practise Series. Elsevier Limited, London; 8-23 Lele RD. 2008. Causation, prevention and reversal of vascular endothelial dysfunction ((review article). 3 rd National Congress of Indian Stroke Association, 8-9 February, Golden view Resort Libby P, Ridker PM, Maseri A. 2002. Information and Atherosclerosis. Circulation 105:1135-1143 Maiti R and Agrawal NK. 2007 Atherosclerosis indiabetes mellitus: role of inflammation. Indian J Sci\ 61: 292-306 Otter W, Winter M, Doering W,Standi E, Schnell O. 2007. C-Reactive Protein in Diabetic and Non diabetic Patients with acute Myocardial Infarction. Diabetes care 30: 3080-82 PERKENI. 2006. Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe-2 di Indonesia 2006. Juni-2006, Jakarta Poerjoto P, Sugiri, Sutikno. 1992, Penyakit Jantung Iskemik, Badan Penerbit Uniersitas Diponegoro. Semarang. Rosano GMC. 2005. Diabetes and Cardiovascular Disease. Wolter Kluwer Health. Shishehbor MH, dan Bhatt DL. 2004. Inflammation and atherosclerosis. Current Atherosclerosis Reports 6:131 -139 Spagnol LG, Bonanno E, Sangiorgi G, Mauriello A. 2007. Role of inflamation in Atherosclerosis. J Nucl Med 48:1800-1818 Sugiarto. 2010. Pengaruh komponen metformin pada terapi paket-A (pola hidup, glibenclamid dan meformin) terhadap faktor risiko kardiometabolik pada sindroma metabolic dengan diabetes mellitus yang terawatt jelek. Disertasi. Universitas Airlangga. Surabaya. Susetyo B,’ Budisantosa M, Prabowo P. 1992. Penagganan penyakit jantung koroner secara praktis dan rasional. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan I. Surabaya. Tjokroprawiro A. 2007. Cardiometabolic risk factor in patients with Diabetes (therapeutic approach with novel FDC- glimepiride/Metformin. Naskah Lengkap Scientific Symposium New insights into the Management of Diabetic patients with Cardio- Metabolic Risk (CMR’). Surabaya, 27 October. Bagi seorang penderita diabetes, diet adalah salah satu pilar dalam pengobatan yang harus selalu dijaga untuk memperbaiki kadar glukosa dan memperlambat komplikasi. Dengan pengaturan diet yang benar, maka penderita DM dapat: 1) Memperbaiki gangguan metabolisme (glukosa dan lipid); 2) Menyediakan energi dan zat gizi yang memadai untuk berbagai tujuan; dan 3) Mencegah komplikasi. Diet seharusnya dilakukan secara individual, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penyakit seorang pasien. Perencanaan makanan juga harus memperhitungkan kesukaan, budaya, sosial ekonomi dan lifestyle; serta memperhitungkan kebutuhan untuk pertumbuhan, perubahan gaya hidup, penuaan dan komplikasi yang ada. Seorang penderita diabetes sesungguhnya dapat memilih apa yang mau dimakan, tanpa memperburuk kondisi penyakitnya. Kuncinya adalah mengenali apa yang boieh dimakan, berapa banyak boleh makan dan berapa kali harusnya makan. Apa yang bisa dimakan? Karbohidrat Semua jenis makanan yang mengandung karbohidrat akan menaikkan kadar gula darah. Hal ini bukan berarti seorang penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat.

Dengan memperhitungkan banyaknya karbohidrat yang dikonsumsi, maka seorang penderita diabetes tetap dapat menjaga kadar gula darahnya.

Ada 3 golongan utama karbohidrat: zat pati (karbohidrat kompleks), gula dan serat. Perhitungan berapa banyak karbohidrat yang boleh dimakan, berarti meliputi 3 golongan karbohidrat tersebut, bukan hanya gulanya saja. Zat pati banyak terdapat dalam jagung, buncis, kentang, kacang-kacangan dan biji-bijian (oat, barley dan nasi). Karbohidrat kompleks lebih lambat diabsorbsi karena harus melewati proses pencernaan terlebih dahulu. Zat gula umumnya dikenal dengan istilah karbohidrat simpleks atau karbohidrat aksi cepat karena cepatnya gula alami dalam bahan makanan, tetapi juga yang dltambahkan dalam proses pembuatan makanan (misalnya buah kaleng, kue kering). Buah- buahan juga mengandung gula jenis fruktosa, sedangkan dalam susu dikenal dengan laktosa. Fruktosa memiliki rasa manis yang lebih tinggi dari sukrosa maupun glukosa. Metabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa, sehingga tidak mempengaruhi kadar gula darah secara langsung. Meskipun demikian tetap harus diukur penggunaannya, karena hasil metabolismenya dapat meningkatkan kadar trigliserid. Serat merupakan bagian makanan yang tidak dapat dicerna dan banyak didapatkan pada makanan nabati (buah, sayur, biji-bijian yang ‘utuh’, cereal, kacang-kacangan). Semakin banyak kandungan seratnya, semakin lambat diserap dalam saluran cerna, maka semakin rendah efek glikemiknya. Karena itu saat ini serat dianjurkan untuk banyak dikonsumsi oleh penderita DM. Serat gizi ada bermacam-macam, dan dapat mempengaruhi kadar glukosa darah dengan cara memberi rasa kenyang dan menghambat pencernaan karbohidrat kompleks oleh enzim-enzim pencernaan. Selain itu jenis serat tertentu juga dapat berfungsi menurunkan kadar kolesterol darah. Asupan serat dianjurkan 25-30 g/ hari. Buah sebaiknya dipilih yang segar. Keuntungan penggunaan buah dan sayur adalah mengandung banyak vitamin, mineral dan serat. Meskipun sebagian besar buah lebih sedikit menaikkan kadar gula darah (indeks glikemik rendah) dibanding sumber karbohidrat lainnya, tetapi harus diingat, buah juga mengandung karbohidrat sehingga secara keseluruhan harus diperhitungkan saat menyusun menu. Satu potong buah segar mengandung 15 gram karbohidrat. Lemak Ha! penting yang harus dipertimbangkan untuk mengkonsumsi lemak adalah memilih jenis lemak yang ‘sehat’. Seorang penderita diabetes memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner, sehingga konseumsi lemak jenuh dan lemak trans harus seminimal mungkin. Porsi lemak dalam makanan sebaiknya diisi dengan jenis lemak tidak jenuh dan omega 3. Mengapa demikian? Lemak jenuh akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah yang berpotensi menimbulkan sumbatan dalam pembuluh darah yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Lemak jenuh banyak terdapat pada susu penuh/ non skim, keju, es krim, jenlB l«Mlt #|fl! jU|l fcWtttnH IMdinftaMaa kadar koiuttrol, iamati tana HfiipK Hit makanan (Mriamak yang mangalaml proaai MdfOfanaal, Contoh makanan yang mangandung lemak tram adalah eraokara, chips, oaks, margarine, gorengan dan minyak jelantah, Jams lemak lain yang perlu dlwaspadal adalah kolesterol. Konsumsl kolesterol harus kurang dari 200 mg per hari karena kolesterol juga diproduksi dalam tubuh sendiri. Makanan yang kaya kolesterol misalnya otak, kuning telur, jerohan, kulit ayam. Lemak yang dianjurkan untuk dipilih adalah jenis lemak tidak jenuh baik yang tunggal maupun ganda karena efeknya dapat menurunkan LDL kolesterol. Lemak jenis ini terdapat dalam buah apukat, kacang mete, minyak kacang, minyak jagung, dan minyak bunga matahari. Meskipun demikian harus diingat, bahwa apapun jenis lemaknya, akan memberi energi yang tinggi sehingga harus ikut diperhitungkan ketika merencanakan makanan. Omega 3 merupakan jenis lemak esensial yang sangat bermanfaat karena dapat mencegah sumbatan pembuluh darah. Ikan, terutama yang dari laut seperti tuna, sardine dan salmon merupakan sumber omega 3 yang baik. Protein Susu baik dikonsumsi sebagai sumber kalsium dan protein kualitas tinggi dengan kadar karbohidrat yang rendah. Pilihlah susu rendah lemak, plain yogurt skim, atau susu kedelai. Susu rendah lemak mengandung lebih sedikit energi dibanding susu penuh, sehingga menguntungkan untuk menurunkan berat badan. Susu juga memiliki indeks glikemik rendah. Daging, keju dan kedelai merupakan makanan kaya protein. Penting diketahui bahwa sebagian besar sumber protein juga merupakan sumber lemak. Sehingga harus dipilih sumber protein yang sesedikit mungkin mengandung lemak jenuh misalnya ikan, lele, dan ayam tanpa kulit. Waktu dan Porsi Makan Selain jenis makanan, penting juga diperhatikan untuk disiplin dengan waktu atau jadwai makan dan porsi untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Bolehkah makan Fast food? Fast food pada umumnya mengandung banyak kalori, lemak dan garam. Jika seorang penderita diabetes sangat ingin mengkonsumsi fast food, jangan mengkonsumsi satu porsi penuh, karena akan menyebabkan peningkatan kadar gula yang tinggi dan jika terlalu sering juga menyebabkan kegemukan. Setelah mengkonsumsi fast food, maka sisa porsi makan pada hari itu diganti dengan buah atau sayur. Secara ringkas, panduan untuk mengkonsumsi makanan adalah sebagai berikut: a. Makanlah sesuai jadwal dan jangan makan melebihi porsi yang dianjurkan b. Makanlah banyak sayur dan buah berganti-ganti setiap hari. c. Pilih sayuran yang tidak banyak mengandung zat pati (bayam, wortel, brokoli) d. Makanlah ikan 2-3 kali seminggu. e. Pilihlah daging yang tidak berlemak, dan buanglah bagian kulit ayam f. Pilihlah susu skim atau susu rendah lemak. g. Minumlah air putih dan hindari minuman bersoda h. Gunakan minyak untuk menumis, bukan mentega atau margarine . i. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah, tetapi tetap disiplin dengan porsi yang ditentukan. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah (berry, tomat), ubi, ikan, susu rendah lemak Selamat mencoba. Jadikan makanan sebagai obat untuk anda. SOAL FINAL 1. Obat gatal dan alergi seperti dexamethasone dan methylprednisolone dapat mempengaruhi kadar gula darah. Benar 2. Impotensi merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes melitus. Benar 3. 100 gr Kentang goreng memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada 100 gr kentang rebus. Benar, tapi kentang goreng memiliki kandungan kolesterol dari minyak goreng. 4. Nilai gula darah puasa dan gula darah 2 jam pp diperlukan untuk menentukan dosis insulin. Benar 5. Pemeriksaan profil lipid sebaiknya dilalcukan setiap bulan. Salah, belum teijadi perubahan yang signifikan dalam pengobatan 1 bulan 1. Nama robot kucing dari Jepang, yang berwarna biru,endut, tapi takut tikus. Adalah doraemon. 2. Handphone samsung berasal dari negara Jepang. Salah, dari korea 3. Minuman khas Jogja, dimana kopi dicampur dengan arang disebut kopi joss 4. Penderita DM, jika kontrol ke poli penyakit dalam, harus ke sub bagian apa? endokrinologi 5. Lirikan matamu menarik hati, senyumanmu manis sekali, oh kiranya aku telah jatuh cinta. Lirik tadi merupakan lagu karya artis dangdut bernama A Rafiq 6. Jumlah minimal minum air putih yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan adalah? 2 liter 1. Nama vokalis dewa 19 adalah? Ari Lasso. 2. Manakah obat DM yang diminum 1 x sehar:, metformin? Glimepiride? Jawab : glimepiride 3. Avanza, Camry, APV, xenia, Terios, manakah yang merupakan mobil produksi suzuki? APV 4. Gelar yang diberikan kepada dokter spesialis penyakit dalam yangmenjadi konsultan di bidang endokrinlogi adalah KEMD 5. Siapakah kapten kesebelasan timnas indonesia u-19 ? Evan Dimas SOAL WAJIB REGU A 1. Metformin dapat menyebabkan mual, sehingga dianjurkau diminum saat atau sesudah makan? Jawab: BENAR 2. Obat gatal dan alergi seperti dexamethasone dan methylprednisolone dapat mempengaruhi kadar gula darah? JawabBENAR 3. Peningkatan ureum creatinin merupakan tanda terjadinya komplikasi ginjal pada pasien diabetes mellitus. Jawab : BENAR 4. Impotensi merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes melitus. Jawab: BENAR 5. Pasien diabtes mellitus yang terkena gagal ginjal perlu pembatasan makanan yang mengandung protein dan garam Jawab: BENAR SQAL WAJTB REGU B 1. 100 gram Kentang goreng memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada lOOgr kentang rebus? Jawab : Benar, tapi kentang goreng memiliki kandungan kolesterol dari minyak goreng. 2. Insulin dapat dipakai pada pasien diabetes dengan BB kurus karena dapat menggemukkan badan. Jawab . BENAR 3. Nilai gula darah puasa dan gula darah 2 jam pp diperlukan untuk menentukan dosis insulin. Jawab : Benar 4. Gejala sering kencing, banyak minum dan makan adalah gejala khas dari penyakit Diabetes Mellitus. Jawab: BENAR 5. Pemeriksaan profil lipid sebaiknya dilakukansetiap bulan? Jawab : Salah, belum terjadi perubahan yang sgnifikan dalapenobatan 1 bulan jiOAL WAJIB REGU C Hipoglikemi dan Hiperglikemia merupakan komplikasi akut dari Diabetes Mellitus Jawab: BENAR Komplikasi Diabetes Mellitus ke ginjal dapat teijadi setelah 5 tahun Jawab : BENAR Kekurangan insulin absolute merupakan jenis Diabetes Mellitus Tipe 1. Jawab: BENAR Diabetes mellitus tergantung insulin disebut DM tipe i Jawab: benar Pengaturan pola makan merupakan salab satu pengobatan diabetes Jawab: benar SOAL PELEMPARAN REGU A 1. Kedelai, kacang merah dan hijau mengandung protein ? Jawab: NABATI 2. Nama robot kucing dari jepang,yang berama biru,endut, tapi takut tikus. Adalah… Jawab: Doraemon. 3. Sebutkarl ffiiniiMl 3 obat anti Mperterlsi ? Jawab : Captopril, Amlodipin, Diltiazem, Clonidin, Bisoprolol 4. Berasal dari negara manakah Handphone samsung itu? Jawab : Salah, dari korea 5. Menara pisa termasuk salah satu keajaiban dunia, terletak di negara ? Jawab : ITALIA SOAL PELEMPARAN REGU B 1. jumlah minimal minum air putih yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan adalah? Jawab: 2 liter 2. Sebutkan minimal 2 Gejala khas dari Diabetes Mellitus ? Jawab : Banyak makan, banyaka minum, banyak kencing 3. Minuman khas jogja,dimana kopi di campur dengan arang disebut ? Jawab: kopi joss 4. Sebutkan salah satu nama bandara di Jakarta? Jawab : Soekamo Hatta, Halim Perdana ICusuma 5. Lirikan matamu menarik hati, senyumanrriu manis sekali, oh kiranya aku telah jatuh cinta. Lirik tadi merupakan lagu kaiya artis dangdut bernama? Jawab: A Rafiq SOAL PELEMPARAN REGU C 1. Penderita DM, jika kontrol ke poli penyakit dalam, harus ke sub bagian apa? Jawab: endokrinologi 2. Mongso udan dalam bahasa jawa disebut ? Jawab: Mongso Rendheng 3. Berapa Gula Darah Puasa seseorang dapat dikatakan masuk dalam kriteria Diabetes Mellitus ? Jawab : lebih dari 126 mg/dl 4. Berapa kali olah raga yang paling baik pada penderita diabetes ? Jawab : setiap hari selama 30 menit 5. Negara penghasil kopi terbesar di Amerika selatan adalah. Tm.nL. – n M 1. Sebutkan sedikitnya 2 obat diabetes yang diminum Jawab: GLIBEN CLAMED, GLIMEPRIDE, METFORMIN 2. Manuk Dadali adalah lagu daerah yang berasal dari daerah mana Jawab : JAWA BARAT 3. Gagah Prakoso koyo Raden Wrekudara, Galake koyo ? Jawab: MACAN MANAK 4. Kerak telor, roti buaya, asinan adalah makanan khas dari ? Jawab: JAKARTA 5. Pulau Lombok terletak di provinsi ? Jawab : NUSA TENGGARA BARAT 6. Wong sing gaweane ngopeni jaran jenenge opo? Jawab: GAMEL 7. Slametan nalika bocah cilik wiwit diudhunake ing lemah jenenge opo? Jawab : Tedhak si ten 8. Siapakah Ratu dari keraton Surakarta Hadiningrat ? Jawab : Gusti Mung atau Gusti Kanjeng Rata Wandansari afau Gusti Koes Muftiyah 9. Nama vokalis dewa 19 adalah? Jawab : Ari Lasso. 10. Manakah obat DM yang diminum 1 x sehari, metformin? Glimepiride? Jawab: glimepiride 11. Avanza, Camry, APV, xenia, Terios, manakah yang merupakan mobil produksi suzuki? Jawab: APV 12. Gelar yang diberikan kepada -dokter spesialis penyakit dalam yangmenjadi konsultan di bidang endokrinlogi adalah Jawab: KEMD 13. Siapakah kapten kesebelasan timnas indonesia u-19 ? Jawab: Evan Dimas 14. Gunung kelud berada di kota…. Jawab: kediri 15. Dimana diadakan pertama kali forum pertemuan perkumpulan diabetes? Jawab: Surakarta 16. Dimana Kongres persadia pertama diadakan? Jawab: Bandung 17. Puasa yang disarankan untuk pemeriksaan gula darah puasa minimal berapa jam? Jawab: 8 jam 18. Gejala hipoglikemi akan nampak bila kadar gula darah? Jawab : kurang dari 70mg/dl 19. Target pengendalian gula darah puasa adalah Jawab: kurang dari lOOmg/dl 20. Godong tebu teles jenenge opo? Jawab :momol 21. Mr Bean film komedi yang berasal dari Jawab: inggris Soal Waiib Regu A, JAWAB. BENAR atau SALAH 1. Kongres Persadia pertama kali diadakan pada tanggal 14 November Jawab : benar 2. Tomat, kacung-kacangan , wortel banyak mengandung antioksidan Jawab : benar 3. Setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari kebangkitan nasional Jawab : Salah ( sumpah pemuda) 4. Tes HBA 1C Jilakukan setiap 1 bulan sekali Jawab : salah (3 bulan sekali) 5. Candi Borobudur merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang ada di Solo Jawab : salah (Jogjakarta) Soal Waiib Regu B. JAWAB BENAR atau SALAH 1. Diabetes adalah penyakit dengan komplikasi makrovaskular Jawab : Salah 2. Makhluk hidup yang tingkatannya paling rendah disebut invertebrate Jawab : Benar 3. Bakteri yang hanya dapat hidup dengan oksigen bebas disebut anaerob Jawab : salah 4. Glimepiride termasuk dalam klasifikasi OAD jenis Sulfonil urea Jawab: benar 5. Bebek Mungsuh Mliwis artinya ilang kaluhurane Jawab : Salah Soal Waiib Regu C. JAWAB BENAR atau SALAH 1. Jika orangtua menderita diabetes mellitus, maka anaknya pasti menderita diabetes mellitus. Jawab : Salah 2. Seseorang memiliki kadar gula yang tinggi jika gula darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dl. Jawab : Benar 3. Prosiden ketujuh indonesia adalah Jokowi Jawab: Benar 4. Hari pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 5 Mei Jawab : Salah 5. Olahraga yang baik untuk penderita diabetes lamanya 45 menit Jawab: Salah. SOAL PELEMPARAN REGU A 1. Target pengendalian kadar gula darah yang terbaik adalah Jawab : 80 sampai dengan 1 lOmg/dl 2. Seseorang disebut mempunyai tekanan darah tinggi jika? Jawab: tekanan darah > 140/90mmhg 3. Kepanjangan dari PERSADIA adalah Jawab : Persatuan Diabetes Indonesia 4. Nama kebun binatang di solo Jawab :Taman Satwataru Jurug 5. Oleh-oleh khas Kediri Jawab : tahu Kuning SOAL PELEMPARAN REGU B 1. Gunung Gamalama terletak di ? Jawab : Ternate 2. Omah Doro jenenge opo? Jawab : Pagupon 3. Target kadar LDL pada pasien DM tanpa komplikasi adalah Jawab . < 100 4. Empuke koyo gudir, Entenge koyo Jawab: Kapuk 5. Ada berapakah jumlah bulu leher garuda pancasila ? Jawab ■ 150mg/dl 2. Batas HBAlc maksimal adalah Jawab : 6,5% 3. Keringat dingin, dada berdebar, mual, gemetaran merupakan tanda-tanda hipoglikemia atau gula darah drop. Benar atau salah? Jawab : benar 4. Novorapid, Levemir, Metformin. Manakah yang merupakan obat gula yang diminum? Jawab : Metformin * 5. Provinsi termiskin di pulau jawa adalah ? Jawab : Banten SOAL REBIJTAN 1. Sebutkan salah satu Obat Anti Diabetik yang diminum Jawab : Glibenclamid,metformin,glimepiride 2. Pasien Diabetes Mellitus yang sudah terdapat komplikasi gagal ginjal stadium akhir harus dilakukan Jawab : cuci darah 3. Sebutkan salah satu tempat penyuntikan insulin Jawab : di sekitar pusar didaerah perut, dilengan 4. Setiap tanggal 17 seluruh PNS diwajibkan memakai seragram Jawab: Korpn 5. Sebelum menjadi presiden Jokowi menjabat sebagai Gubemur DKI Jakarta 6. Suku Asli Amerika adalah Jawab : Indian 7. Siapa pencipta lagu Indonesia raya Jawab : Wage Rudolph supratman 8. Berapakah target pengendalian gula terbaik Jawab : 80-110 9. Sebutkan obat anti hipertensi yang tennasuk dalam ACE Inhibitor Jawab : Captopril 10. Sebutkan minimal 3 Komplikasi DM Jawab : Nefropati DM, Retinopati DM , Neuropati DM 11. Berapa kali dalam sehari obat insulin merek LEVEMIR disuntikkan ? Jawab ; 1 kali 12. Berapa nilai normal gula darah puasa ? Jawab : 70-110mg/dl 13 Apa nama merek mobil buatan Indonesia yang pemah diresmikan pembuatannya oleh Jokowi? Jawab: EsEmKa 14. Toshiba Epson, Blackberry. Manakah yang merupakan merk handphone? Jawab : Blackberry 15. RSUD Dr.Moewardi terletak di kecamatan ? Jawab : Jebres SOAL LOMBA CEPAT TEPAT BABAK PENYISIHAN 2 MINGGU, 2 NOVEMBER 2014 SOAL WAJIB REGU A 1. Komplikasi diabetes mellitus pada mata bisa menyebabkan katarak Jawab: benar 2. U’ ituk men.jhindari stress kita tidur minimal 6 jam sehari Jawab : benar 3. Jerohan, alcohol,sarden,burung dara banyak mengandung asam urat Jawab: benar 4. Tanggal 24 November adalah hari diabetes dunia Jawab : Salah (14 November) 5. Penyakit diabetes termasuk penyakit infeksi Jawab: Salah SOAL WAJIB REGU B 1. Penyakit Diabetes Mellitus klasifikasinya ada 4 Jawab: Benar 2. Pasien DM dengan gagal ginjal harus menggunakan insulin Jawab : Benar 3. Gejala banyak kencing adalah gejala khas dari DM Jawab : Benar 4. Sebagai warga negara dan warga masyarakat setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan hak yang sama, merupakan cerminan sikap dari Pancasila terutama sial ke IV Jawab : Benar 5. Pulau Jawa dan Pulau Sumatra dipisahkan oieh Selat Malaka Jawab: Salah (selat Sunda) SOAL WAJIB REGU C 1. Bila menderita diabetes, boleh sekali minum alkohol dan merokok Jawab : Salah 2. Menurut Organisasi Kesehatan Duma (WHO) yang dikategorikan seseorang dikatakan usia lanjut tua adalah diatas 90 tahun Jawab : Salah (90th – sangat lua, lanjut tua – 70 sd 90th) 3. Jika melaksanakan olah raga tidak perlu memperhatikan pencapaian target perhitungan nadi Jawab : Salah 4. Insulin merupakan obat pilihan utama bila telah terjadi komplikasi Jawab: Benar 5. Gunung yang terkenal paling aktif di Indonesia adalah gunung Semeru? Jawab : Salah (Merapi) SOAL PELEMPARAN REGU A 1. Untuk pemeriksaan gula darah puasa kita diminta puasa minimal selama Jawab : 8 jam 2. Taj mahal salah satu 7 keajaiban dunia yang ada di Jawab : India 3. Kongres Persadia pertama diadakan di Jawab: Bandung 4. Benua Afrika disebut juga dengan? Jawab : Benua Hitam 5. Apa nama lapangan terbang di kota Solo ? Jawab : Adi Sumarmo SOAL PELEMPARAN REGU B 1. Kelainan dan penyakit pada mata yang merupakan ketidak mapuan mata untuk melihat benda yang letaknya jauh dengan jelas adalah? Jawab : Miopia 2. Sebutkan 1 macam obat yang termasuk golongan Biguanid Jam/ah ‘ mpffnrmin ivunipiiK.iii,i um paaa ginjai aapat timDui setelah berapa tahun? Jawab : 5 tahun 4. Burung cendrawasih berasal dari? Jawab: Irian Jaya (Papua Barat) 5. Yang biasa disebut dengan hewan berdarah dingin adalah ? Jawab: Reptil SOAL PELEMPARAN REGU C 1. Apa yang terjadi bila kadar gula darah dalam jangka panjang diatas 200 mg/dL. Jawab : Teijadi Komplikasi 2. Pada umumnya Komplikasi baru akan timbul bila Diabetes Melitus sudah beijalan … tahun Jawab : 5 tahun 3. Berapa kali pemeriksaan HBA1C harus dilakukan? Jawab : 3 bulan sekali 4. Makanan bika ambon berasal dari daerah? Jawab: Medan 5. Berasal dari negara manakah bunga sakura itu? Jawab: Jepang SOAL REBUTAN 1. Negara pengnasil kopi terbesar di Amerika Selatan adalah …. Jawab Brasil 2. Nega. a yang mendapatkan julukan negeri ginseng adalah ? Jawab: Korea 3. Anak boyo j enenge krete, lha yen bayane kelurahan ono piro? Jawab: 1 (siji) 4. Blanggreng iku pohung goreng, lha yen kembang kopi arane opo Jawab: Blanggreng 5. Nama rumah yang berasal dari daerah padang adalah ? Jawab. Rumah gadang 6. Persatuan Indonesia adalah salah satu sila dari Pancasila. Sedangkan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara merupakan perwujudan pengamalan Pancasila sila ke berapa? Jawab ; Sila ke 3 7. Berasal dari daerah mana tradisi karapan sapi? Jawab: Madura 8. O ina ni keke adalah lagu daerah yang berasal dari? Jawab: Maluku 9. Nama penemu Telepon adalah? Jawab: Alexander Graham Bell 10. Apa singkatan PERSADIA Jawab : Persatuan Diabetes Indonesia. 1. Kongres Persadia pertama kali diadakan pada tanggal 14 November Jawab : benar 2. Tomat, kacang-kacangan , wortel banyak mengandung antioksidan Jawab: benar 3. Setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari kebangkitan nasional Jawab : Salah ( sumpah pemuda) 4. Tes HBA1C dilakukan setiap 1 bulan sekali Jawab : saiah (3 bulan sekali) 5. Candi Borobudur merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang ada di Solo Jawab : salah (Jogjakarta) 6. Komplikasi diabetes mellitus pada mata bisa menyebabkan katarak Jawab : benar 7. Untuk menghindari stress kita tidur minimal 6 jam sehari Jawab : benar 8. Jerohan, alcohol,sarden,burung dara banyak mengandung asam urat Jawab : benar SOAL PELEMPARAN 1. Target pengendalian kadar gula darah yang terbaik adalah Jawab : 80 sampai dengan 1 lOmg/dl 2. Seseorang disebut mempunyai tekanan darah tinggi j ika9 Jawab: tekanan darah > 140/90mmhg 3. Kepanjangan dari PERSADIA adalah Jawab : Persatuan Diabetes Indonesia 4. Nama kebun binatang di solo Jawab :Taman Satwataru Jurug 5. Oleh-oleh khas Kediri Jawab: tahu Kunmg 6. Untuk pemeriksaan gula darah puasa kita diminta puasa minimal selama Jawab: 8jam 7. Taj mahal salah satu 7 keajaiban dunia yang ada di Jawab: India 8. Kongres Persadia pertama diadakan di Jawab : Bandung SOAL REBUTAN 1. Sebutkan salah satu Obat Anti Diabetik yang diminum Jawab : Glibenclamid,metformin,glimepiride 2. Pasien Diabetes Mellitus yang sudah terdapat komplikasi gagal ginjal stadium akhir harus dilakukan Jawab : cuci darah 3. Sebutkan salah satu tempat penyuntikan insulin Jawab : di sekitar pusar didaerah perut, dilengan 4. Setiap tanggal 17 seluruh PNS diwajibkan rnemakai seragram Jawab: Korpri 5. Sebelum menjadi presiden Jokowi menjabat sebagai Jawab : Gubemur DKI Jakarta

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post DIABETES MELITUS

SANG JAWARA BUMI SERPONG DAMAI

BATUK

TULANG MUDA KARENA AIR TUA

Singkong dengan varietas terbaru Indonesia

Menanam Buah Melonpun dapat tumbuh subur di atap rumah