Home » Blog » KENALAN DENGAN CACING SEBELUM MAIN SAMA CACING
Filed: Blog
Advertisement
loading...

LUMBRICUS XXX

Sakdurunge dolanan cacing yo ngerti sik cacing kui opo? Sebelum mengenal cacing ya cari tahu apa itu cacing? Jenis cacing tanah merupakan hewan yang menjijikkan bagi sebagian orang namun tidak bagi saya cacing sudah dikenal sebagai bahan pembuatan jamu typus vitakap. Banyak orang bukanlah seorang ahli dalam dunia herbalis namun saya hobiis di dunia obat tradisional khususnya pengobatan tradisional jawa dengan memadukan tanaman obat yang ada di sekitar kita yang di anggap rumput tak bertuan yang akan bermanfaat. Cacing sering disebut dengan istilah worm vermes dan helminth dengan baik. Kerajaan binatang mengenal cacing adalah termasuk hewan invertebrata atau tanpa tulang belakang yanga ada. Sedangkan cacing diklasifikasikan kedalam tiga phylum yaitu platyhelminthes aschelminthes (nemathelminthes) dan annelida. Ada banyak Jenis cacing tanah platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang berbentuk pipih ada yang parasit dan ada yang tidak. Platyhelminthes dibagi dalam tiga kelas yakni turbelaria trematoda dan cestoda. Kelompok turbelaria umumnya hidup bebas dan tidak bersifat parasit. Contohnya adalah cacing planaria dan microstomum. Di alam planaria merupakan hewan indikator perairan yang tidak tercemar. Kelompok trematoda dan cestoda umumnya bersifat parasit. Contoh dari kelompok trematoda adalah cacing fasciola hepatica (cacing hati) eurytrema pancreaticum (cacing kelenjar pankreas) dan schistosoma japonicum (cacing pembuluh darah). Sementara itu contoh dari kelompok cestoda adalah cacing pita (taenia saginata dan t. Solium) (listyawan et.al. 1998). Phylum aschelminthes terbagi menjadi dua kelas yaitu nematoda dan rotifera. Cacing dari phylum ini berbentuk silindris. Nematoda umumnya bersifat parasit contohnya adalah cacing yang hidup di usus mamalia seperti ascharis lumbricoides a. Suum dan ancylostoma duodenale. Phylum yang terakhir yaitu annelida yaitu cacing yang bersegmen seperti cincin. Phylum ini terbagi menjadi tiga kelas yaitu polychaeta hirudinea dan oligochaeta. Polycaheta merupakan kelompok cacing yang memiliki banyak seta atau sisir di tubuhnya contohnya adalah nereis dan arenicola. Sedangkan contoh dari kelompok hirudinea adalah lintah dan pacet (hirudo medicinalis dan haemadipsa zeylanica). Kelas terakhir dari phylum annelida adalah oligochaeta dimana cacing tanah termasuk di dalamnya (listyawan et.al. 1998). Jenis-jenis cacing tanah cacing tanah oleh beberapa praktisi dikelompokan berdasarkan warnanya yaitu kelompok merah dan kelompok abu-abu. Kelompok warna merah antara lain adalah lumbricus rubellus (the red woorm) l. Terestris (the night crawler) eisenia foetida (the brandling worm) dendroboena perethima dan perionix. Sedangkan kelompok abu-abu antara lain jenis allobopora (the field worm) dan octolasium (listyawan et.al. 1998). Pada dasarnya cacing tanah adalah organisme saprofit bukan parasit dan tidak butuh inang. Ia murni organisme penghancur sampah. Jenis cacing yang umum dikembangkan di indonesia adalah l. Rubellus. Cacing ini berasal dari eropa ditemukan di dataran tingi lembang – bandung oleh ir. Bambang sudiarto pada tahun 1982. Dilihat dari morfologinya cacing tersebut panjangnya antara 80 – 140 mm. Tubuhnya bersegmen-segmen dengan jumlah antara 85 – 140. Segmentasi tersebut tidak terlihat jelas dengan mata telanjang. Banyak juga kan jenis jenis cacing itu. Semoga bermanfaat.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

Related Post KENALAN DENGAN CACING SEBELUM MAIN SAMA CACING

BUDIDAYA TANAMAN CABAI RAWIT

KISAH PEMETIK LABA KILANG HIJAU

JUAL CACING ONLINE INTERNET

MEMANFAATKAN PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK

SEMANGKA GOLDEN CROWN