bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » PENGENDALIAN HAMA TERBAIK
Filed: Blog
Advertisement
loading...

balai perlindungan tph dinas pertanian tph jateng 1. Kerusakan tanaman oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan (opt) merupakan bagian dari budidaya pertanian sejak jaman dahulu. Manusia menanam tanaman dengan sengaja untuk mengambil hasilnya untuk keperluan sandang dan pangan. 2. Kuantitas dan kualitas makanan dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan seiring dengan perkembangan kehidupan dan kebudayaan manusia, namun setiap usaha yang dilakukan selalu mengalami gangguan oleh pesaing hidup seperti binatang pemakan tanaman maupun dari jenis mikroorganisme. Oleh karena keberadaan binatang atau mikroorganisme tersebut bersifat merugikan manusia maka disebut musuh manusia. Sejak saat itulah manusia selalu berusaha untuk membunuh/memusnahkan untuk menyelamatkan pertanaman yang ditanam 3. Pada awalnya manusia membunuh opt dilakukan dengan cara sederhana yaitu dengan cara fisik dan mekanis, namun dengan semakin luasnya daerah pertanian dan bertambahnya penduduk dunia cara – cara tersebut tidak mampu untuk mengatasinya, kemudian dikembangkan dengan metode cara pengendalian yang lain 4. Dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan dikembangkan metode pengendalian opt diantaranya yaitu dengan cara teknik bercocok tanam: penggunaan jenis tanaman tahan terhadap opt, penggunaan parasitoid,predator dan penggunaan bahan kimia organik. 5. Setelah perang dunia ke ii praktek pengendalian berubah sangat drastis setelah ditemukan jenis bahan pengendalian yang berupa insektisida organik sintetis. Konsep pengendalian yang semula berdasarkan pengetahuan biologi dan ekologi semakin ditinggalkan dan berubah dengan konsep pengendalian dengan menggunakan pestisida. Melihat tingkat keberhasilannya penggunaan pestisida sintetitis telah menimbulkan kesan bahwa pembangunan pertanian dalam program peningkatan produksi tidak dapat dipisahkan/dilepaskan dari penggunaan pestisida. 6. Keberhasilan penggunaan pestisida ternyata memberikan dampak negatif, diantaranya terjadinya keracunan pada binatang ternak bahkan manusia, kematian terhadap mikro flora maupun fauna, terjadinya resistensi, resurjensi terhadap opt, timbulnya letusan hama sekunder dan pencemaran oleh residu pestisda pada ekosistim termasuk pada hasil produksi pertanian . 7. Timbulnya pemikiran baru untuk melihat kembali prinsip dasar pengendalian opt terutama penggunaan pestisida. Dengan melihat ciri dan sifat ekosistim pertanian serta akibat kemungkinan terjadinya penggunaan pestisida kemudian timbul konsep pengendalian hama terpadu ( integrated pest management). Di indonesia pengendalian opt telah dikukuhkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu melalui uu 12/1992 tentang sistim budidaya tanaman, pp no 6 tahun 1995 tentang perlindungan tanaman dan keputusan menpan no 887/kpts/ot/9/1997 tentang pedoman pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (opt). Pengendalian hama terpadu (pht) yaitu upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan opt dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknik pengendalian yang dikembangkan dalam satu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup. 1. Penggunaan benih sehat, bermutu – sebelum disemai benih diberi perlakuan;-perendaman dlm larutan pgpr, dll 2. Pengolahan tanah tanah diolah/dibalik solarisasi 1-2 minggu sebelum tanam ph tanah 5,5 – 6,5/7 * pengapuran dengan kapur pertanian/dolomit – pemupukan dengan pupuk organik/kompos yang telah matang 3. Tanam pengaturan jarak tanam tumpang sari, tumpang gilir pemilihan waktu yang tepat 4. Pemeliharaan a. Penyiraman/pengairan : dilakukan sesuai dengan kondisi lapang: cara pengairan : pengairan melalui saluran irigasi, di leb, dikocor, disiram, penyemprotan, dengan springkel dll. B. Pemupukan – pemupukan berimbang -pemberian pupuk organik yang telah matang ( padat/kompos, cair) -pemberian pupuk anorganik: diberikan sesuai dengan hasil analisa tanah ( rekomendasi setempat c. Pengendalian opt : cara pengendalian didasarkan hasil pengamatan. Cara pengendalian yang dapat dilakukan taitu : – kultur teknis – secara mekanis/fisis : a sanitasi/eradikasi selektif terhadap tanaman terserang b.sanitasi terhadap gulma c.pengambilan kelompopk telur/ulat d. Pemasangan penghalang ( screen/kelambu) e. Pemasangan perangkap (perangkap likat,perangkap lampu secara biologi pemanfaatan musuh alami, agens hayati (bersifat lokal spesifik pengendalian dengan peraturan pelarangan pemasukan benih atau bagian tanaman lain yang dapat membawa opt yang berbahaya. Contoh : tidak boleh menanam tanaman kentang yang bibitnya berasal dari daerah yang terserang nsk dll aplikasi pestisida : ditinjau dari bahan aktifnya pestisida dibagi menjadi 2 (dua) a.pestisida hayati : bahan aktifnya berasal dari makhluk hidup: pestisida nabati : mimba, empon-empon, biji bengkuang,jenu,dll entomopatogen : cendawan, virus, bakteri, nematoda,protozoa riketsia agens antagonis penyakit tumbuhan: cendawan,virus,bakteria, nematoda pestisida sintetis ; yaitu bahan aktif dari hasil sintesa kimia. Cara aplikasi pestisida agar memperhatikan prinsip-prinsip pengendalian yang baik dan bijaksana dengan menganut prinsip 6 tepat ( tepat jenis, dosis/konsentrasi, waktu, sasaran, cara aplikasi dan tempat aplikasi ) – dalam hal pemilihan pestisida a. Memilih jenis pestisida yang efektif sesuai dengan sasaran b. Memilih jenis pestisida yang bersifat tidak persisten (mudah terurai pada kondisi lapangan atau mempunyai waktu paruh (dt50) yang pendek. -mengatur cara aplikasi a.waktu aplikasi didasarkan hasil pengamatan yaitu bila opt telah mencapai ambang pengendalian b. Dosis yg digunakan dosis minimum yang efektif(tdk berlebihan) c. Diusahakan bagian yang diaplikasi bukan padfa bagian yg akan dikonsumsi, hanya bagian yang terserang (spot-spot) d. Aplikasi sejauh mungkin sebelum panen e. Menghindari/mengurangi penggunaan stiker dlm larutan semprot kecuali pada musim penghujan f. Menggunakan alat dan cara aplikasi yang tepat sesuai dengan jenis pestisida, opt sasaran dan jenis tanamannya b. Pemanfaatan/penggunaan musuh alami penggunaan /pemanfaatan musuh alami dapat dilakukan dengan cara : – augmentasi : meningkatkan jumlah (populasi) ah/ma yang sudah ada di lapangan dengan cara melepaskan ah/ma yang berasal dari pemeliharaan /eksplorasi laboratorium inokulasi : melepaskan agens hayati dalamjumlah sedikit dengan harapan ah dapat berkembang sendiri untuk mencegah peningkatan populasi opt introduksi : agens hayati/ma dimasukkan pada suatu daerah atau dari luar negeri inundasi : melepaskan agens hayati dalamjumlah banyak dengan tujuan untuk menekan populasi opt tanpa mengharapkan ah/ma berkembang biak pengamatan rutin pada agroekosistim dilakukan untuk mengetahui intensitas serangan atau kepadatan populasi opt, luas serangan, dan daerah penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan opt selanjutnya untuk dilakukan pengambilan keputusan dan tindakan pengendalian
Slide31 pengendalian hama

Slide30 pengendalian hama

Slide29 pengendalian hama

Slide28 pengendalian hama

Slide27 pengendalian hama

Slide26 pengendalian hama

Slide25 pengendalian hama

Slide24 pengendalian hama

Slide23 pengendalian hama

Slide22 pengendalian hama

Slide21 pengendalian hama

Slide20 pengendalian hama

Slide19 pengendalian hama

Slide18 pengendalian hama

Slide17v pengendalian hama

Slide16 pengendalian hama

Slide15 pengendalian hama

Slide14 pengendalian hama

Slide13 pengendalian hama

Slide12 pengendalian hama

Slide11 pengendalian hama

Slide10 pengendalian hama

Slide9 pengendalian hama

Slide8 pengendalian hama

Slide7 pengendalian hama

Slide6 pengendalian hama

Slide5 pengendalian hama

Slide4 pengendalian hama

Slide3 pengendalian hama

Slide2 Slide1 pengendalian hama

Slide1 pengendalian hama

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags: ,

Related Post PENGENDALIAN HAMA TERBAIK

Strategi sosialisasi untuk menunjang penemuan baru

RACUN AKIBAT KESALAHAN POLA MAKAN

Bertanam bunga di pot semakin di minati

Sayuti menghasilkan maskoki unggul.

MINYAK KAYUPUTIH MENDUDUKI PERINGKAT KEDUA DALAM PENDAPATAN ASLI PROVINSI