bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » SEPUTAR DURIAN MANFAAT DAN PELUANGNYA
Filed: Blog
Advertisement
loading...

DURIANSalah satu durian yang dianggap unggul adalah durian petruk. Karena keunggulannya, melalui SK Menteri Pertanian tahun 1984 varietas durian ini ditetapkan sebagai durian unggul Indonesia. Sejak itu banyak pemilk dan pedagang durian mempromosikan buahnya sebagai durian petruk. Durian petruk yang dirilis oleh menteri pertanian ini berasal dari Desa Randusari, Kab. Jepara. Tinggi pohon 18 m dan lebar tajuk 10 m. Pohon yang percabangannya cukup rapat ini berbatang co-kelat dengan bentuk bulat (gilig). Daunnya yang bulat panjang itu berujung lancip dengan panjang 3,5 cm. Warna permukaan atas daun hijau sedangkan permukaan bawahnya cokelat kemerahan. Mahkota bunganya yang Kontroversi Durian Petruk Asli BB-19 Durian petruk Jepara berwarna putih itu bulat dan dalam satu tandan terdapat 5—10 kuntum. Buah durian petruk bentuknya bulat telur terbalik dengan warna hijau kekuningan. Berat buah 1 -2,5 kg per butir. Kulit buahnya ti-pis, kurang dari 3 mm, dengan duri yang rapat, kecil dan ber-bentuk kerucut. Waktu dibelah, tampak daging buahnya yang berwarna kuning, agak lem-bek, tebal sedang, manis rasanya dengan aroma yang tidak terlalu tajam. Menurut Ir. M. Reza, M.Sc, peneliti dan pakar durian, durian petruk ini saat masih mentah sudah terasa manis, dan setelah masak pun tetap manis. “Makan satu buah tidak kenyang, mesti 2 atau 3 buah,” tuturnya. Dalam satu tahun durian petruk itu bisa menghasilkan 50—150 buah. la tahan terhadap penyakit Fusarium sp., dan juga cukup tahan menghadapi serangan hama penggerek buah. Pohon induk durian petruk ini telah mati 3 tahun lalu, dan diperkirakan berumur sekitar 156 tahun. Nama ‘petruk’ sendiri diambil dari nama pemiliknya, Pak Petruk. Durian petruk Gunung Pati Semarang Petruk di Semarang Dengan tersohornya durian petruk dari Randusari itu, durian-durian lain diberi nama ‘petruk’ juga, seperti di Semarang dan Pati. Djoko Moeljono, petani durian dari Mijen, Semarang contohnya. la mengaku memberi nama ‘petruk’ pada salah satu duriannya. Buah kegemaran Alm. An-ton Soedjarwo, mantan Kapolri ini, dinilai lebih bagus daripada durian petruk jepara. Bentuk buahnya lonjong, sekitar 25 cm panjangnya, dengan warna hijau kecokelatan. Daging buahnya kuning, tebal, manis, dan alkoholis. Durian miliknya itu sudah tua umurnya, sekitar 90 tahun. Tinggi pohonnya kurang lebih 25 m dengan produksi 50 buah. Sejak tahun 1980 sampai sekarang produksinya terus menurun. Oleh Djoko Moeljono, buah durian ini tidak pernah dijual ke pasar atau ditebaskan, tapi langsung dijual kepada pembeli yang datang ke rumahnya. Buah petruknya dijual Rp 3.000,00— Rp 5.000,00 per butir, ter3| tung ukurannya. Menurut Ir. Sunarto, K-aj pala Cabang Dinas Pertan Semarang, jumlah tanaman durian petruk asai Jepara : Semarang tidak banyak cs baru dalam taraf penger^ an. Di Kab. Semarang, gji| dikembangkan di Mijen Gunung Pati dengan jer s yang beragam. Untuk mendapatkan infor tentang durian petruk pa: Setelah menuju ke Kecar Cluwak, Kabupaten Pati ’J nurut A. Nidhomuddin A Camat Cluwak, di kecam-: ini terdapat durian yang gam dengan nama berbecs pula. Tapi yang paling di daerah ini hanya satu : rian kopen. Sedangkan d! kecamatan, durian ngat; yang paling terkenal, ses dengan nama desa asai Pada saat panen, durs dari Kec. Cluwak dibeli pedagang pengumpul aa-para. “Jumlahnya sampa Pohon Durian Anda Meranggas? bertruk-truk dibawa ke Jepara,” ungkap pak Camat. Oleh mereka, sewaktu menjual dikatakan sebagai durian je-para. A. Nidhomuddin sendiri tidak mendengar di daerah Cluwak ada durian petruk. Di desa Ngablak Kecamatan Cluwak, terdapat pasar buah yang cukup besar. Seorang pedagang durian yang mangkal di sini, menunjuk Su-pat, penduduk Dukuh Soka, Desa Ngablak sebagai pemilik durian petruk. Ketika ditemui waktu itu, ternyata Supat menyangkal bahwa durian miliknya itu bernama petruk. “Durian saya ini disebut durian soka, sesuai dengan nama dukuhnya,” kata Supat. Umur pohonnya sekitar 70 tahun. Supat tidak mengetahui asai usul durian soka karena sejak membeli tanahnya sudah ada durian itu. Durian soka ini tidak besar, beratnya kurang dari 1 kg dengan kulit yang tipis. Buah yang bentuknya lonjong lancip di ujungnya ini daging buahnya putih, kecil, gurih, kesat, kurang alkoholis. “Daging buahnya yang putih ini sepintas seperti durian tidak enak, tapi kalau sudah dicicipi enak rasanya,” ujar Supat. Atas petunjuk Supat, ketika menghubungi Sudar, petani durian di Dukuh Kopen, Desa Sumber, Kecamatan Cluwak. Senada dengan Supat, Sudar juga tidak meng-akui duriannya disebut petruk. “Saya tidak tahu nama durian ini, sebab ia umurnya sekitar 150 tahun,” jelasnya. Durian miliknya itu tidak pernah dijual ke pasar. “Pembeli yang berasal dari Surabaya dan kota-kota lain, biasanya datang langsung kemari dan mereka itu sudah langganan saya,” lanjutnya. Umumnya pembeli meninggalkan uang terlebih dahulu. Durian yang oleh pedagang di Ngablak disebut petruk itu beratnya sekitar 2 kg. Bentuknya panjang, lonjong, agak kecil. Daging buahnya berwarna kuning, kesat, tebal, dan bijinya kecil. Rasanya enak dan alkoholis. Dari beberapa petani yang dihubungi kami, mereka sepakat durian miliknya bukan jenis petruk. Penamaan ‘petruk’ hanyalah ulah pedagang agar durian dagangannya cepat laku. Jadi, mana yang asli? Perbanyakan bibit petruk asli “Durian-durian petruk yang ada sekarang ini semuanya asli. Namun kalau yang asli menurut pemerintah hanya ada satu, dengan ciri antara lain daun kecil, panjang, dan selalu terkulai,” tutur Ir. M. Reza, M.Sc. Karena selama ini perbanyakan durian masih menggunakan biji, sifat-sifatnya sangat berbeda, meskipun banyak juga yang mempunyai bentuk, rasa, serta kulit buah yang sama. Sebelum tanaman aslinya mati, tahun 1985 Dinas Pertanian Jepara sempat mengembangkan bibitnya secara okulasi sebanyak 400 bibit. Salah satu bibit yang ditanam di Mindahan, Kecamatan Batualit, telah disahkan sebagai pohon induk dengan SK. No. P l/DR/d/ll/6.017. Tahun 1991, pohon induk itu berbuah untuk yang pertama kali. “Dari pohon itulah nanti durian petruk bisa kita kembangkan,” ujar Harsono, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian Jepara, la yakin pohon itu jenis petruk asli karena turut menangani proses perbanyakannya. Tahun 1987, bibit petruk jepara itu mulai disebarkan dan sebagian besar ditanam di Kecamatan Batualit. Diperta Jepara juga telah menyiapkan lahan seluas 5 ha untuk pengembangan durian yang terletak di Pakis, Jepara. Karena semuanya ‘asli’, Kini tergantung kita, yang mana yang kita inginkan. “Yang penting selektif, mana yang ingin kita tanam,” ungkap M. Reza. (Meina DI Peliput Haryani, Tri Rahmadi) Sering tanpa gejala-gejala yang jelas tiba-tiba tanaman durian kita meranggas. Daunnya layu, berguguran dan akhirnya tanaman mati. Apa penyebabnya dan bagaimana pengendaliannya? Penyebab meranggasnya pohon durian itu bisa karena jamur. Ada yang menyerang akar, antara lain Phy-topthora parasitica dan Pythium complectens, dan ada yang menyerang batang atau cabang. Antara lain Phy-topthora palmivora, dan Upa-sia salmonicolor. Mudah menular Gejala serangan P. parasitica adalah daun-daun menguning kemudian gugur yang dimulai dari daun yang tua. Sedangkan gejala yang ditimbulkan oleh Pythium complectens adalah cabang pohonnya yang sakit. Ujung-ujungnya mati. Kematian ujung cabang ini diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang-cabang di bawahnya. Kulit yang ada te-pat di atas permukaan tanah menjadi cokelat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral ke akar tunggang yang dapat digelang di dekat permukaan tanah. Jika dilihat dari luar, akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi cokelat tua dan jaringan pembuluh dapat berwarna merah jambu. Menurut Hendro S., Pakar buah-buahan, jamur itu menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang luka, kemudian terinfeksi. Jika tidak ada yang luka, penularan sukar terjadi. Menular bersama tanah Kondisi lingkungan juga dapat mempercepat serangan jamur. Misalnya aerasi udara dan air tanah sangat jelek. Jamur Pythium complectens dapat bertahan lama di dalam tanah. Pemencaran dalam kebun pada umumnya terjadi bersama-sama dengan tanah atau bahan organik yang terangkut air. Menurut Haryono Semaun dlam Penyakit-penyakit hortikultura di Indonesia, pengendalian jamur ini antara lain dengan membuat drainase yang baik, agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir di permukaan tanah pada waktu hujan. Pohon yang sakit dibongkar sampai ke akar-akarnya dan dibakar. Penggunaan batang bawah “durian kerikil” pada pembibitan secara sambungan juga Buah dapat menghindarkan penyakit busuk akar Pythium karena durian kerikil lebih tahan terhadap jamur ini. Penyakit yang ditimbulkan oleh jamur P. palmivora disebut juga ‘kanker bercak’. Ia merupakan penyakit yang paling merugikan di Malaysia dan Thailand. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1934 di Malaysia Semenanjung. Adanya kanker bercak pada durian di Indonesia belum lama dilaporkan. Diketahui terutama timbul pada kultivar impor, yang dikenal dengan nama durian Bangkok. Penyakit ini biasanya baru diketahui keberadaannya setelah kulit pangkal batangnya mengeluarkan blendok (gum) yang gelap di dekat permukaan tanah. Penyakit akan meluas sehingga menggelang pangkal batang. Bagian kulit yang mati tampak jelas sehingga menarik serangga penggerek. Jaringan kulit yang pada saat sehat berwarna merah jambu atau cokelat muda itu berubah menjadi merah kelam, cokelat tua, atau hitam. Bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu dan tidak mempunyai batas yang teratur. Sebelum atau setelah pangkal batang digelang oleh penyakit, daun-daun rontok dan ranting-ranting mati dari ujungnya. Pohon yang sakit akhirnya mati meskipun ada juga yang dapat bertahan sampai satu tahun setelah infeksi. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti bagaimana cara pemencaran jamur ini. Diperkirakan jamur ini terutama dipencarkan oleh spora kembara. Meskipun demikian, seperti juga kebanyakan jamur Phytopthora lainnya, P. palmivora pada durian diduga dapat tersebar dalam kebun bersama-sama dengan butir-butir tanah atau bahan orga- Kanker yang menggerogoti pangkal batang dekat permukaan tanah nik yang terangkut air. Kemungkinan lain jamur ini disebarkan oleh serangga, sehingga dapat mencapai buah-buah di pohon yang tinggi letaknya. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu mini-mum 12°C, dengan suhu optimum 25 – 30°C dan suhu maksimum 35°C. Penyakit ini juga dibantu penyebarannya, oleh curah hujan yang tinggi. Dalam cuaca kering, pohon yang sakit dapat bertahan lama dengan gejala kulit luar-nya mengelupas. P. palmivora mempunyai banyak tumbuhan inang. Misalnya, jamur pada durian ini dapat menginfeksi pepaya. Daun-daun rontok lIhii ranting-ranting mari pada ujungnya Untuk mencegah serangan jamur ini kebun harus ber-drainase baik. Waktu hujan, air tidak mengalir di permukaan tanah. Diusahakan agar infeksi pada pangkal batang dapat segera diketahui sebelum meluas. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan antara lain dengan memotong kulit yang sakit sampai ke kayu yang sehat. Jaringan sakit yang terpotong harus dibakar. Bagian yang terbuka diolesi fungisida seperti Difolatan 4 F 3%. Setelah mengering luka ditutup dengan obat penutup luka misalnya Shell Otina Compound, yang dapat mempercepat pemulihan kulit. Untuk mencegah masuk nya kumbang-kumbang penggerek, permukaan kul:: kayu yang terbuka ditutup dengan ter. Bahan-bahan ys diperlukan ini banyak digur; kan untuk pengendalian penyakit kanker bercak pada karet. Cabang-cabang durian sering diserang jamur Upas (UpasL salmonicolor). Gejalanya mula-mula terdapat benang , benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak merah jambu yang merupakan tanda khas dari jamur upas Pada waktu ini jamur telah merasuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkar matinya cabang. Jamur Upas ini mempunyai banyak tumbuhan inanc seperti jeruk, lengkeng, melinjo dan nangka. Jika jamur masih dalam tingkat sarang laba-laba dap.r dikendalikan dengan cara rr.r-lumasi cabang dengan fung: sida seperti fungisida temba^j atau Calixin RM yang sering dipakai untuk mengendaliku jamur upas di kebun karet. Jika jamur sudah membe^ tuk kerak merah jambu sebaiknya cabang dipotong sampai kurang lebih 30 cm cj bawah bagian yang berjamur

PUSAT PENJUALAN PRODUK AGRO, FARM & HERBAL

SEGERA DAPATKAN BARANG2 KEBUTUHAN ANDA DISINI
 

produk agro

UNTUK MENDAPATKAN PRODUK PRODUK PERTANIAN, TERNAK & HERBAL BERKUALITAS

http://www.shop.omtani.com

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post SEPUTAR DURIAN MANFAAT DAN PELUANGNYA

JAWARA LIDAH NAGA BELANG BINTANG KONTES

JARAK SEBAGAI BAHAN BAKAR BIODISEL

Produk Herbal Terbaik Indonesia

KULTUR CAMPURAN DARI MIKROORGANISME YANG MENGUNTUNGKAN

KOLEKTOR REPTIL DI KOTA PAHLAWAN