bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Emping Di Sragen Yang Begitu Enak
Filed: Blog
Advertisement
loading...

OT5 garut sragen
Di daerah saya produksi jagung cukup besar, hingga saya tergerak untuk memprosesnya menjadi jagung pipil kering. Sehubungan dengan rencana itu, saya ingin mengetahui pendapat pak bob tentang prospek komoditas tersebut, baik di dalam negeri khususnya di surabaya maupun di luar negeri? Kriteria mutu, kadar air berapa yang harus dipatuhi? Saya sangat mengharapkan informasi dari pak bob. Atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya adiantok barlian jl. Pahlawan no. 73 probolinggo—jawa timur bicara masalah prospek jagung pipilan, tentu tidak lepas dari peran komoditas yang bersangkutan dalam memenuhi kebutuhan gizi, penyedia bahan baku industri minyak jagung, tepung maizena dan pakan ternak. Jagung termasuk komoditas tanaman palawija yang mendapat perhatian pe-nuh dari pemerintah. Usaha pengembangan dan peningkatan produksinya selalu diprioritaskan. Memang cukup beralasan, karena produksi jagung sebagaimana halnya dengan beras diharapkan bisa cukup untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Bahkan kalau mungkin komoditas ini dapat diekspor. Kenyataannya sekarang dan diduga sampai tahun 2000 nanti, swasembada jagung sulit untuk dicapai. Tingkat permintaan terhadap l’agung masih lebih tinggi dibanding dengan produksi yang dihasilkan. Buktinya untuk menutupi kebutuhan jagung yang rata-ratanya 15—20 kg/kapita/tahun, pada tahun ini kita tetap mengekspornya dari amerika serikat dan australia sebesar 31,3 ton atau sekitar us$ 36,9? Di tahun-tahun mendatang besarnya permintaan jagung cenderung semakin besar, mengingat adanya pertambahan penduduk, peningkatan konsumsi per kapita, perubahan pendapatan dan elastisitas pendapatan yang juga terus membengkak. Belum lagi kalau sudah memperhitungkan tingkat pertumbuhan industri pakan ternak yang belakangan ini berkembang pesat. Berikut ini disajikan proyeksi produksi dan besarnya permintaan jagung sampai tahun 2000. Sebetulnya tidak terlalu berlebihan bila memandang kekurangan produksi ini suatu hal yang sepele. Lahan kering yang belum dimanfaatkan jumlahnya puluhan sampai ratusan juta hektar. Sedangkan lahan yang selama ini biasa digunakan untuk penanaman tahun produksi (ton) permintaan (ton) ______________ selisih (ton) 1991 5.029.000 5.905.000 874.000 1992 5.032.000 6.024.000 962.000 1993 6.136.000 6.146.000 10.000 1994 6.245.000 6.276.000 31.000 1995 6.360.000 6.408.000 48.000 1996 6.481.000 6.546.000 65.000 1997 6.607.000 6.688.000 71.000 1998 6.720.000 6.836.000 116.000 1999 6.880.000 6.990.000 110.000 2000 7.026.000 7.149.000 123.000 sumber : departemen pertanian jagung baru sekitar 3-4 juta hektar. Jawa timur tercatat paling luas areal penanamannya, kurang lebih 1.152.000 ha dengan produksi 2.754.000 ton, disusul jawa tengah 499 000 ha dengan produksi 1.226.000 ton. Secara keseluruhan daerah penanaman jagung masih terkonsentrasi di pulau jawa seluas 1.833 000 ha, sumatera 327.000 ha, dan sulawesi 445.000 ha, dengan produksi masing-masing sebesar 4.409.000 ton, 863 000 ton, dan 775.000 ton. Hanya masalahnya yang mungkin timbul adalah besarnya biaya pencetakan lahan dan harga komoditas itu sendiri yang kurang merangsang. Terlepas dari bentuk produk yang dihasilkan, kita akan tetap mengimpor jagung. Bukan semata karena produksi dalam negeri tidak akan pernah bisa mengimbangi kebutuhan konsumsi. Melainkan lebih dikarenakan di samping berusaha untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, kita juga melakukan ekspor. Keberhasilan memasuki pasaran ekspor ditandai dengan lonjakan ekspor jagung, baik berupa jagung manis, baby corn, maupun jagung pipilan. De-visa yang dihasilkan dari nilai ekspor komoditas tersebut jauh melampui nilai impornya. Nilai ekspor jagung dalam bentuk pipilan dari tahun ke tahun termasuk yang memiliki porsi terbesar di antara bentuk lainnya, rata-rata mencapai 80—90% dari total. Impor jagung dalam bentuk minyak terpaksa selalu dijalani karena memang industri pengolahannya yang belum sempurna. Jadi bisa dikatakan kita mengimpor jagung hanya karena ada hambatan dalam alat pengolahan. Ekspor jagung pipilan mulai gencar dilakukan sejak tahun 1986, dengan negara tujuan semula jepang dan hongkong. Kemudian sejalan dengan perkembangan pasar, pada tahun-tahun berikutnya kita mendapat permintaan info pertanian indonesia 278 – th. Xxiv – januari-1993 71 konsultasi agribisnis dengan bob sadino pula dari taiwan, singapura, malaysia dan filipina. Terakhir kita ketahui di tahun 1992 ini pasokan jagung pipilan merambah sampai ke thailand dan inggris. Filipina dan jepang termasuk dua negara yang paling ’empuk’ untuk dilempari hasil produksi jagung pipilan kita, mereka butuh dalam jumlah besar. Walaupun begitu kita tidak bisa mengandalkan mereka secara terus menerus sebagai penampung produk kita yang terbesar. Permintaan ekspor dari masing-masing negara tujuan relatif berfluktuasi. Suatu saat mungkin mereka tidak memerlukan kita lagi dan beralih ke negara pengekspor lainnya. Filipina yang diandaikan itu misalnya, pada tahun 1991 tidak mengimpor, dan baru mengimpor kembali tahun 1992. Sebaliknya malaysia, yang biasanya mengimpor dengan jumlah di bawah jepang dan filipina, sampai pertengahan 1992 ini mengalami peningkatan impor secara 89.043.680 kg (uss 11.586.321) di pertengahan tahun 1992 kemarin. Peningkatan volume ekspor tersebut disinyalir akibat pe-ngaruh peningkatan permintaan masing-masing negara di satu pihak yang diikuti jangkauan pemasaran. Dahulu negara pengimpornya terbatas pada 6 negara, sekarang bertambah 2 negara. Sampai bulan juli 1992 produk jagung pipilan berhasil diekspor ke jepang sebesar 4.173-980 kg (uss 648.816), hongkong 1.389.893 kg (uss 217.128), taiwan 20 kg (uss 20), thailand 141.000 kg (uss 16.603), singapura 15.292.192 kg (uss 2.309.881), filipina 1.985.600 kg (uss 257.385), malaysia 66.043 . 655 kg (uss 8.121.013), dan inggris raya 17.340 kg (uss 15.475). Perkembangan volume dan nilai ekspor jagung pipilan tahun 1986-1991 berdasarkan negara tujuannya dapat anda lihat pada tabel di bawah ini: pengusaha makanan ternak, memproyeksikan kebutuhan pakan ternak dari jagung pada tahun 1993 mencapai 1,5 juta ton, dan tahun 1995-nya sekitar 2.950.000 ton. Padahal produksi jagung pipilan kering baru mencapai 6.776 ton, atau naik sekitar 9% dibanding tahun 1991. Di jawa timur prospek pemasaran jagung pipilan sama baiknya dengan prospek nasional. Karena jagung pipilan termasuk barang mobil yang mudah pendistribusiannya. Terlebih di sini banyak perusahaan pakan ternak berskala raksasa, pt jafra confeed indonesia misalnya, dalam tahun ini meningkatkan 2 kali lipat kapasitas pasang produksinya, dan banyak lagi perusahaan ternak lainnya yang membutuhkan jagung pipilan. Lebih baik lagi jika anda berorientasi ke pasar ah luar negeri. Kita tahu bahwa ekspor jagung pipilan terbesar berasal dari lampung, kurang lebih 56%-nya. Sementara ini ekspor maupun lokal terbai pada kadar air, tingkat kebc^ sihan, dan keutuhan. Kadar f yang dapat ditolelir antara 12—15%, tingkat kotoran.. Maksimal 3%, dan butiran gung harus u t uh (tidak bo.: rusak atau bubuk). Varietas pada umumnya tidak dibed bedakan, bromo, arjuna, abimanyu, nakula, sadev,. Kalingga, wiyasa, rama, h:-brida, cpi 1, ipb 4, punya harga yang sama. Kecuali pd saran jepang, mereka lebih menyukai varietas lokal da.*il madura, seperti varietas ka tas dan glatik yang ukurar. : jinya kecil. Untuk pakan ternak ada kecenderungan, semakin kecil ukuran bijir. I semakin disukai, maksimal i 7,5 mm. Meskipun peluang mcr.z-usahakan jagung pipilan kei-hatan cukup baik, sebaikn ya anda berlaku hati-hati. Ka: terus terang, pengusahaan naman jagung sifatnya m t»-r an, produksinya banyak c pengaruhi faktor iklim, hk~ negara tahun 1986 tahun 1987 tahun 1988 tahun 1989 tahun 1990 tahun 1991 tujuan volume nilai volume nilai volume nilai volume nilai volume nilai volume nilai (kg) (us$) (kg) (uss) (kg) (uss) (kg) (uss) (kg) (uss) (kg) (uss) j’epang 4.423.563 730.716 4.679.601 664 145 8.319.034 1.373.802 6.044,547 927.657 9 572.110 1.441.647 8.451.650 • 34 £ – hongkong 9.880 1.825 9.799 931 1.229.779 1.089.581 156.999 taiwan 239.190 34.859 1.561.275 205.118 1.643.950 181.370 278.500 26 r* singapura 13.786.867 1.550.253 113.555.979 13.555.979 26.860.424 3.181.349 3.432.600 422 ut malaysia 15.059.334 1 750.782 99.348.995 11.801.190 10.049.908 1.376 487 18.579.338 1.704 52 filipina 2.173.600 263.875 87.485 727 9.697 985 total 4,433.443 732.541 4,679.601 664,145 37.404.425 4.709.696 232.092.893 27.984.381 136.641.200 16.035 817 30.742.088 3.5c’ sumber: biro pusat statistik tajam. Kejadian di atas seyogya-nya dijadikan pelajaran, bahwa selain menggalakkan peningkatan volume, perluasan pasar mutlak diperlukan. Negara yang sudah tercatat menjadi pengimpor jagung pipilan diharapkan mendapatkan penanganan serius, karena mereka bisa membantu membuka peluang ekspor bertambah besar lagi. Pada tahun 1992 volume ekspor jagung pipilan meningkat cukup pe-sat, dari 30.742.088 kg atau senilai uss 3.501.944,00 pada tahun 1991 menjadi saya melihat prospek jagung pipilan cukup bagus, permintaan ekspor meningkat drastis, demikian pula kebutuhan dalam negeri untuk bahan baku perusahaan pakan ternak. Di pelosok-pelosok didirikan perusahaan pakan ternak guna mengantisipasi kebutuhan pakan ternak, baik untuk usaha penggemukan sapi maupun peternakan ayam, yang makin hari makin berkembang. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan pasokan jagung pipil kering yang tidak sedikit. Pada tahun 1993 gabungan di daerah lampung sendiri mulai berdiri perusahaan-perusahaan yang akan menyerap komoditas jagung, seperti pt sahang bandar lampung, pt tipindo, pt dago, dan lain-lain. Suatu kesempatan besar bagi petani-petani di jawa timur untuk mengisi kekurangan ini. Apalagi variasi produk komoditas jagung semakin beragam, yang berarti persaingan untuk mencetak jagung pipilan dengan produk lainnya seperti baby corn, semakin besar. Persyaratan kualitas jagung pipil yang dikehendaki baik untuk pasaran dan penyakit. Konsekuen.-jelas akan menyangkut be-j kecilnya suplai, yang pacl akhirnya terhadap harga : ;: jualan. Fluktuasi harga jag-i\ cukup lumayan, di saat \ i raya harga bisa turun sarr. J rp 150,00/kg dari harg* – :j darnya yang rp 250,00— 300,00/kg. Sedangkan h+rzi ekspor itu sendiri sekitar rp 300,00/kg. Maka seh*

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Emping Di Sragen Yang Begitu Enak

Program Pengerahan dan Pembinaan Transmigrasi dan Perambah Hutan

Budidaya rumput laut hingga menghasilkan eksport

KISAH PEMETIK LABA KILANG HIJAU

Jamur kayu merupakan salah satu jamur edible (dapat dimakan) yang banyak dikonsumsi masyarakat luas,

ETANOL BERSIFAT KOROSIF TERUTAMA YANG BERKADAR RENDAH.