bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Mesin Tetas Ayam Yang Super
Filed: Blog
Advertisement
loading...

OT1 ayamMesin tetas yang dipergunakan yang panjang badannya sekitar 4 m. Masa kawin buaya berlangsung pada musim hujan, dan perkawinannya dilakukan dalam air yang dalam. Kalau perkawinannya berlangsung pada bulan November, betinanya akan bertelur sekitar Januari. Setiap betina bisa menghasilkan 10—70 butir telur atau rata-rata 30—40 butir. Ketika akan bertelur, beti- nanya sibuk mengumpulkan ranting-ranting, tumbuhan yang telah busuk, dan lumpur dengan ujung ekor dan kedua kaki belakangnya. Bahan itu ditumpuk menjadi suatu timbunan, lalu ia merangkak di atasnya sehingga tumpukan tertindih oleh tubuhnya sampai terbentuk cekungan. Seusai bertelur, telurnya ditimbuni sampah busuk dan lumpur sebanyak mungkin. Dengan bantuan sinar matahari, sarang itu akan panas sendiri. Suhunya sekitar 5 de-rajat lebih tinggi daripada suhu lingkungan sekitarnya. Perkembangan dan penetasan telur diserahkan sepenuhnya kepada alam. Rendah hasil tetasnya Selama telur belum menetas, sarang itu dijaga oleh induk betinanya. Setelah terdengar cicit bayi buaya, induknya akan segera membongkar sarang dan memecahkan telur lembapan sarang dapat bertahan 95—100 persen, suhu udaranya stabil 28-33°C, le-tak sarang tidak di bawah pohon, dan lumpur yang menimbuni telur dalam lubang sarang itu tidak terlalu banyak. Karena jangka waktu penetasannya lama, yaitu sekitar 115 hari, maka risiko gagal menetas memang besar. Bisa dibantu mesin tetas Untuk mengatasi kendala penetasan telur itu, Eko mengan-jurkan penetasan secara buatan. Alat tetasnya mirip mesin tetas telur ayam atau telur itik. Percobaan penetasan telur buaya dengan mesin tetas telah ia lakukan pada tahun 1991. “Jangka waktu penetasannya lebih pendek, cuma 79 sampai 85 hari pengeraman,” katanya. Yang lebih menyenangkan, anak buaya yang menetas bisa mencapai 75— 80 persen dari seluruh telur yang dieramkan. Tingginya persentase penetasan ini berkat adanya seleksi sebelum telur dieramkan. Jadi tidak semua telur buaya yang berhasil dikumpulkan di tempat penangkaran dieramkan dalam mesin tetas, tapi sengaja dipilih yang baik dan layak tetas saja.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
tags:

Related Post Mesin Tetas Ayam Yang Super

Budidaya walet burung semakin populer dan nyata

Deket dengan anjing adalah terapi narkotika

Puyuh, puyuh dan puyuh telurnya begitu merejeki

Pernah dengar ga ? Kalkun Pencabut Gulma

Bagi pekebun anggota famili siciadaceae itu tak sulit dipasarkan