bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » Potensi Agrowisata Kian Bangkit
Filed: Blog
Advertisement
loading...

OT7 jagung muda
Kursus dan seminar kebun pembibitan info pertanian indonesia januar11993 kursus durian “teknik mengebunkan durian unggul” ada tujuh macam durian unggul yang telah dirilis oleh menteri yaitu durian sunan, sukun, petruk, sitokong, simas, monthong dan kani. Durian ini tergolong unggul karena memiliki keistimewaan yaitu berdaging buah tebal, kering dan manis rasanya. Tak mengherankan kiranya jika banyak orang yang rela bersusah-susah mencari durian bagus hingga ke pelosok-pelosok. Harganya di pasaran juga cukup tinggi dan selalu habis, bahkan yang masih di pohon sudah dipesan orang. Saat ini masih belum banyak yang mengebunkan durian, padahal po-tensi untuk mengebunkan secara komersial cukup besar. Untuk jangka panjang, buah durian ini mempunyai peluang ekspor baik sebagai buah segar maupun produk olahan lainnya. Keberhasilan mengebuhkan durian dipengaruhi oleh bibit, pemeliharaan sampai panen. Pada kesempatan ini info pertanian indonesia mengundang pakar yang akan membahas hingga tuntas tentang teknik mengebunkan durian dan masalah pembicara hari/tanggal waktu tempat biaya : drs. Hendro sunaryono : minggu / 10 januari 1993 : pk.10.00 – 16 wib : kebun pembibitan info pertanian indonesia jl. Raya bogor km. 30, mekarsari, cimanggis, bogor : rp 40.000.00/orang seminar cabai “budidaya dan pengolahan cabai” cabai merupakan komoditi yang dibutuhkan hampir oleh semua orang. Beberapa jenis yang sering ditanam adalah cabai merah, cabai keriting dan cabai rawit. Permintaan pasar cabai juga cukup banyak dan sayangnya belum bisa terpenuhi karena terbatasnya produksi. Padahal, budidaya cabai sebenarnya tidak sulit jika didukung dengan kondisi lahan yang sesuai dan teknik pemeliharaan yang tepat. Peluang pasar cabai semakin baik dengan adanya berbagai produk olahan mulai dari cabai kering biasa, cabai kering giling dan bentuk awetan lainnya. Harganya pun tak kalah menariknya dengan cabai segar. Pada kesempatan ini, info pertanian indonesia menyelenggarakan seminar yang akan membahas teknik budidaya dan pengolahan cabai pada kunjungan waktu seminar hari/tanggal pembicara waktu tempat biaya balai besar industri hasil pertanian, bogor (bbihp) sabtu, 23 januari 1993 (pk. 08.30 : kumpul di kantor info pertanian indonesia) : minggu, 24 januari 1993 – ir. Final prajnanta – ir. Basrah enie msc (bbihp bogor) : pk. 10.00 – 16.00 wib kebun pembibitan info pertanian indonesia jl. Raya bogor km. 30, mekarsari, cimanggis bogor. : rp 70.000,00/orang peminat dapat menghubungi panitia kursus, phone : 4204402 -354700 tempat terbatas untuk 50 orang peserta info pertanian indonesia 278 – th. Xxiv – januari 1993 31 satwa langka dirjen pariwisata joop ave : agrowisata bisa meningkatkan wisman dari 2,5-juta menjadi 10-juta meskipun belum menjadi prioritas, agrowisata memiliki potensi yang sangat besar dalam menyerap wisatawan. Tidak banya wisatawan mancanegara (wisman) tetapi juga wisatawan domestik. Sebagaimana diungkapkan joop ave, direktur jen derai pariwisata—depparpostel, kepada wartawan info pertanian indonesia, untung jaya dan karjono, berikut ini. Bagaimana konsep agrowisata menurut anda? Agrowisata merupakan bagian dari ecotourism sebagian dan tidak sebagian. Sebab sebetulnya agrotourism adalah berwisata ke daerah pertanian. Pertanian dalam arti luas mencakup pertanian rakyat, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Pertanian ini tidak hanya dilihat dari ha-silnya, tetapi terkait‘sekali dengan yang lebih luas yaitu minat wisatawan akan agrowisata sangat besar ekosistemnya, bahkan lingkungan hidup secara umum. Apalagi perkembangan pariwisata tingkat dunia sekarang sangat memperhatikan lingkungan hidup. Hal tersebut didorong oleh efek negatif lingkungan, seperti sumber air berupa danau, laut, ataupun sungai terkena polusi. Puncak-nya terjadi pada konferensi bumi beberapa waktu lalu di brasil, yang juga dihadiri presiden soeharto. Bagi kita, hal tersebut sudah sejak lama menjadi perhatian. Lihat saja indonesia sudah memiliki menteri yang khusus menangani lingkungan hidup. Selain itu, perkembangan pariwisata sedemikian pesat dan majemuknya, dilihat dari jumlah wisatawan dan jenis wisata yang berkembang. Hal ini memberi peluang bagi indonesia, yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian. Muncullah ide untuk mencari pola-pola pariwisata yang terkait dengan pertanian. Umpamanya wisatawan barat mendadak ingin melihat pohon cokelat atau pohon kopi yang sudah sedemikian lama dikonsumsinya, atau pohon karet yang produknya sudah sering digunakannya. Ditambah lagi wisatawan jepang yang ke sini kebanyakan petani yang tidak dapat melakukan kegiatan pada musim dingin. Mereka ke sini, selain ingin melihat borobudur atau bromo, juga ingin tahu bagaimana kehidupan sesama petani di sini. Itu memberi peluang bagi indonesia untuk mengembangkan agrowisatanya. Agrowisata itu bisa bervariasi, tidak perlu hanya terdiri dari satu macam bentuk. Dalam paket overland jawa kita bisa membuat paket pariwisata—agrowisata yang bervariasi, misalnya berkunjung ke kud di desa, lalu melihat penanaman, pengolahan tanah, jenis’bibit, atau bagaimana panen. Itu sebagian kecil dari agrowisata. Atau memanfaatkan waktu perjalanan dari medan—toba 3,5 jam dengan singgah di beberapa tempat agrowisata, seperti mengunjungi perkebunan karet, yang sekarang sudah ‘dijual’ sebagai tempat wisata. Di sana diperlihatkan sistem penanaman karet yang sekaligus bisa dipraktekkan. Seperti trend saat ini dalam pariwisata, wisatawan ingin belajar tidak hanya ingin melihat. Mereka juga akan bertanya berapa luas lahannya, dari mana pupuknya, berapa lama pemeliharaan sebelum pohon itu dipanen, bagaimana mengambil getah dan mengolahnya, bagaimana dan ke mana menjualnya, dan sebagainya. Sehingga beberapa pohon harus dikorbankan untuk mengajar wisatawan cara menyadap karet. Selain itu, dalam w yogya, borobudur umj nya, masyarakat di sek< borobudur yang sudahi abad-abad menjadi penf kelapa, bisa kita 'paketf melalui perantara perasi petani menjelaskan sederhana yang digunaf kemudian cara menya dari awai sampai pengd yang dilakukan isteri itu. Kemudian diperlih hasilnya. Setelah itu ki" warkan apakah si wis mencoba melakukannya lau wisman itu tidak bp manjat kita sediakan tau dan kita asuransikan, itu kita bawa dia ke tuk mengolah hasilnya-itu dapur harus bersih. Hana tidak jadi masalah -bersih. Kalau si wisman mengolahnya boleh s~ senang, si petani pun 10 dolar. Itu akan menj lai tambah bagi si petar apakah hal ini sudah kan? Dan dalam waktu t ini objek agrowisata apa bisa dijual? Sudah. Sudah mat^ macam. Baru sekarang * kan proyek-proyek be dilengkapi sawah, per.-.f buah-buahan, nurseri. Desa wisata. Tapi kita tunggu itu selesai, bis^ kita menunggunya. M. Lau ada investor saya : mereka membuat pasu: layan anggrek. Pengurn masuk ke dalam tamar anggrek, dan di sana t-.r berbagai jenis anggrek ? Gus harganya. Tiap or„-batasi hanya boleh mer sepuluh tangkai. Kem_ beri keranjang dan gu~ lakan potong sendiri ' keluar ia harus memb^ 32 info pertanian indonesia 278 - th. Xxiv - januari 1993 suai dengan jumlah bunga yang diambilnya. Sebetulnya membeli di toko pun bisa tetapi kesenangan boleh memilih dan memotong sendiri merupakan suatu sensasi tersendiri. Model itu sudah ada di bedugul—bali. Di sana ada pula agrowisata stroberi. Sebenarnya berapa besar minat dan potensi wisatawan terhadap agrowisata? Dan juga apakah agrowisata merupakan salah satu prioritas dalam pariwisata? Minat besar, kalau belum besar bisa ditingkatkan. Mudah! Itu bisa diciptakan demapd-nya asai siap. Misalnya penduduk setempat harus mau diganggu dengan tamu-tamu, ada orang yang dapat menjelaskan, memuaskan, ada sarana penunjang (kamar mandi), mampu menyediakan teh panas. Meskipun sudah banyak yang 'menjual'-nya, tapi kurang mendapat perhatian yang serius dari 'penjual'. Karena dengan keadaan yang ada sekarang toh sudah laku. Hal ini yang perlu diperbaiki untuk dapat menarik minat para wisatawan. Agrowisata belum merupakan prioritas pariwisata. "belum" itu bagi saya merupakan potensi, yang tidak hanya besar tetapi maha besar. Saya punya laporan yang sangat realistis. Sekarang bisa saya laporkan kepada saudara, wisman yang mengunjungi indonesia 2,5 juta. Bila agrowisata kita gali mungkin bisa jadi 10 juta. Ini 'kan potensi. Jangan diremehkan, malah harus 'dikipasi' agar semakin 'panas'. Lalu yang mana yang secara nyata layak dilaksanakan dan siap dijual? Kalau itu sudah ada tinggal 'dikipasi', pasti ada travel agent yang melihat ini sebagai peluang. Tentu saja diperlukan daya kreativitas tinggi untuk mengolah yang ada tersebut, fer-lalu lama kalau kita tunggu sampai ada proyek besar yang bisa dinamakan agrowisata, yang barusan diprakarsai ibu tien. Capek kita 'nunggunya. Tapi yang seperti itu silakan jalan terus. Perlu diingat juga, agrowisata tidak hanya ditawarkan ke wisman tapi juga ke wisatawan domestik. Karena belum tentu semua orang indonesia pernah lihat sawah. 'Sawah' kering, sistem irigasi subak yang ada di bali, atau hutan. Malah menurut saya potensi wisatawan domestik itu justru lebih besar. Namun mutunya juga harus bagus. Apakah buah dan sayuran kita punya potensi? Dan menurut anda, bagaimana meningkatkan mutu buah atau sayur kita? Menurut saya buah dan sayuran kita punya super potensi, karena ada lahannya. Hanya memang kita perlu meningkatkan mutunya. Besar-besaran, seperti sirsak atau srikaya, hingga lambat-laun menjadi langka. Saya ha-rap kita menghasilkan buah itu tidak hanya untuk wisatawan mancanegara, karena wisatawan dalam negeri justru lebih banyak. Bagaimana pendapat anda kalau di sekitar pintu gerbang bandara soekarno—hatta, justru ditanam palem raja? Kita t ah u bahwa palem raja bukanlah tanaman asli indonesia. Kenapa kita tidak menanam tanaman khas indonesia di sana? Palem raja tidak bisa dikatakan bukan asli indonesia lagi, karena ia sudah diimpor ke sini seratus tahun lebih. Asai usulnya sudah tidak bisa diketahui. Contohnya, batik kita klaim punya kita, tapi kita ke malaysia mereka juga mengklaim batik punya mereka, dan di cina orang mengatakan sudah tahu batik sebelum kenal indonesia. Sekali lagi saya sarankan agar instansi yang berwenang hendaknya mempopulerkan, mencari, dan menyediakan pohon-pohon yang dapat ditanam di pinggir jalan. Kriteria pohon yang bisa ditanam di pinggir jalan adalah yang rendah ma-najemen perawatannya, butuh sedikit air, hanya sedikit mengotori lingkungan, hanya sedikit merusak jalan, indah, kalau bisa memberi keteduhan dan bisa berbunga, jangan lekas patah, serta pertumbuhannya cepat. Saya sangat setuju bila tiap kota di indonesia memiliki tanaman/bunga/pohon yang khas. Namun kita harus sadar bahwa pengaruh trend jakarta sangat besar. Misalnya di jakarta ditanam angsana, maka semua kota di indonesia juga menanamnya. Alhamdulilah sekarang di jawa tengah (semarang) sudah dikembangkan asam keranji dan asam londo yang menjadi identitas daerah. Diharapkan semua kota di indonesia mengikuti jejak tersebut, menanam tanaman khas daerahnya.»» buah dan sayuran kita punya super potensi untuk "dijual" kepada wisatawan namun jangan lupa pula bahwa pariwisata sebetulnya merupakan salah satu motor utama untuk 'menuntut' dari kedua belah pihak baik produsen maupun konsumen. Misalnya saja kebutuhan akan hasil-hasil hortikultura. Kalau wisatawan masuk ke suatu hotel, mereka tidak hanya makan nasi tapi juga sayuran, lauk, dan buah. Sehingga hasil pertanian dituntut berkualitas tinggi. Di samping itu ketersediaannya juga harus kontinu. Umpamanya, salah satu sayuran, musimnya hanya selama dua bulan, berarti kita hanya bisa menampilkan dua bulan pula. Setelah itu habis. Kemajuan di bidang pertanian seperti teknologi memungkinkan kita sekarang untuk menghasilkannya secara kontinu. Hal tersebut tidak pernah terpikirkan sebelumnya, tapi ini menambah diversifikasi dan meningkatkan pendapatan petani. Tentu saja tidak hanya baik dari segi jumlah, umpamanya rambutan. Kita punya sekian banyak rambutan, tapi yang dikembangkan hanya jenis-jenis top saja, untuk memenuhi permintaan wisatawan akan buah bermutu. Menurut hemat saya, penting juga dilakukan crossing. Sehingga kita bisa menghasilkan berbagai buah yang rasanya betul-betul enak. Kemudian agar buah itu tersebar ke seluruh indonesia, disarankan tiap penduduk menanam satu jenis tanaman buah. Hal ini akan meningkatkan persediaan buah keluarga, dan juga 'mengundang' burung-burung sehingga meningkatkan kualitas lingkungan. Saya kira dengan teknologi yang kita kuasai sekarang, maka untuk pengembangan tidak ada batasnya, terutama untuk buah-buahan tropis. Negara kita adalah negara tropis, sehingga jelas buah tropis yang kita prioritaskan. Malah ada buah-buahan yang enak tapi tidak ditanam secara info pertanian indonesia 278 - th. Xxiv - januari 1993 33 tokoh iin hasim menjawab begini bu lin, baru-baru ini saya membaca majalah info pertanian indonesia tahun 1988, kalau tidak salah terbitan bulan mei. Saya tertarik sekali dengan tanaman bonsai. Yang ingin saya tanyakan : 1. Bagaimana cara mendapatkan bibit beringin ? 2. Ada berapa jenis beringin dan berapa harga masing-masing ? 3. Apa saja alat-alat untuk membuat bonsai ? 4. Apakah pot untuk bonsai bisa dibuat sendiri ? Kalau bisa bagaimana caranya ? 5. Apa saja pupuk untuk bonsai dan apa fungsi masing-masing ? 6. Apa saja jenis tanaman yang baik untuk bonsai ? 7. Media tanam apa yang baik untuk beringin dan apakah tanah pegunungan baik untuk media tanam bonsai ? Hormat saya, rifa’i jl. Proklamasi iv rt 18 no. 40 samarinda—kaltim beringin merupakan tanaman yang mudah tumbuh di mana-mana, termasuk di kota anda. Untuk mendapatkan bi-bitnya tidaklah sulit. Anda bisa membuat sendiri dari setek atau biji. Setek pun bisa berasal dari batang atau akar, tapi kalau dengan setek akar diperlukan waktu yang lebih lama. Bila anda membibitkan dari biji, akan lebih cocok dibuat mame bonsai, berukuran tinggi kurang dari 15 cm. Jika anda tidak sempat membuat sendiri, bakalan itu bisa dibeli di nurseri-nurseri yang menyediakan bakalan bonsai, atau bisa menghubungi pengurus ppbi cabang samarinda, yusup sa-nusi jl. Sawo 35. Ada 4 jenis beringin yang telah dibonsaikan, yaitu beringin biasa, karet, variegata (beringin putih), dan korea (larasati). Harga bibit beringin itu bervariasi tergantung pada jenis dan keadaan bakalannya, masih "mentah" atau sudah mengalami training. Harga beringin korea dan variegata agak tinggi, sekitar rp 12.500,00 per tanaman, karena bahannya tidak mudah didapat. Sedangkan harga beringin biasa sudah di-training selama setahun berkisar rp 7.500,00-rp 12.500,00. Peralatan utama yang digunakan berupa gunting, pemotong, dan kawat. Gunting ada dua macam, untuk menggunting cabang serta untuk menggunting daun dan cabang muda. Sedangkan pemotongnya ada 3 jenis untuk pemotong kawat, cabang, dan akar. Kawat juga diperlukan saat membentuk bonsai itu sendiri. Beberapa peralatan tambahan lainnya, berupa alat ukir, garpu pengurai dan pe-rata tanah, gergaji, tang pembuat jin, dan pencabut rumput.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post Potensi Agrowisata Kian Bangkit

Beras Organik di Kabupaten Sragen

Jakarta, Inovasi Pertanian Perkotaan Menuju Jakarta Hijau

OBAT HERBAL DARAH TINGGI DENGAN BAWANG PUTIH

MENCIPTAKAN MESIN SAMPAH

KALAH TELAK DENGAN KEHADIRAN PENDATANG BARU