bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » ASAP CAIR SANGAT POTENSIAL DIKEMBANGKAN
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz53.ASAP CAIR SANGAT POTENSIAL DIKEMBANGKAN

Arang tempurung itu merupakan hasil : -•-rixaran dalam proses produksi asap cair i _mnya. Ketika tempurung menyala, produsen – er.;i’irkan asap melalui sebuah pipa besi, dan x ij’ipung di tabung kondensasi. Di tabung itulah – «tr berubah menjadi cair. Asap cair yang keluar merupakan kelas 3 berwarna kecokelatan car beraroma asap kuat. Asap cair kelas 3 khusus untuk memenuhilintaan pekebun karet untuk membekukan beks alias getah karet. Bambang mendestilasi asap ‘.elas 3 agar diperoleh asap cair kelas 2 berwarna l_r ;ng dan aroma asap tak terlalu kuat. Asap cair leas 2 itulah yang ia jual kepada para produsen bandeng asap. Doktor Almunus University of Manchester, Ksggris itu membeli seliter asap cair Rp5.000 *:“:r.gga produsen masih memetik laba Rp3.560 rer liter. Jika sebuah kelompok memproduksi _ 5 ton per bulan, maka laba mereka Rp53-juta. jedangkan Bambang menuai laba bersih Rp2.500 rer .iter sehingga total keuntungan bersih mencapai ?r20-iuta per bulan. Itu laba Bambang berniaga . sap cair di pasar domestik. Setiap 3 bulan ia juga mengekspor 60 ton asap ke Kanada. Importir dari Kanada mengetahui i-ap cair bikinan Bambang dari jagat maya. Pria »;.=hiran 3 Mei 1949 itu memang membuat situs _-ruk memasarkan dan mempromosikan asap cair. ~ sjpor ke negeri di Amerika utara itu berlangsung s«rak 2007. 3erintis Tangki kondensasi untuk produksi asap cair Menurut Bambang potensi pasar asap cair sangat resar. Sebagai gambaran, pabrik karet di Indonesia â– 11 memerlukan 1.000 ton asap cair per bulan. Asap .nr sangat bagus untuk membekukan lateks karena mampu mencegah bau tak sedap. Permintaan rutin Asap cair pengganti yang belum ia penuhi mencapai 200 ton sebulan. Oleh formalin sebagai karena itu ia terus mengembangkan asap cair antara pengawet ikan lain bermitra dengan produsen skala rumahan. Ayah 2 anak itu lebih dulu dikenal sebagai perintis virgin coconut oil (VCO) di Indonesia. Pada 2004, dosen Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada itu memperkenalkan minyak perawan alias VCO. Hingga 2006 VCO menjadi suplemen populer di Indonesia. Ketika tren VCO menurun, Bambang yang meriset kelapa sejak 1979 itu mempelajari asap cair yang kini mulai populer. Menurut Bambang ide membuat asap cair karena ia teringat kebiasaan masyarakat pedesaan yang mengawetkan hasil panen dengan asap. Biasanya di atas tungku, masyarakat di Jawa membuat para-para untuk menyimpan hasil panen seperti jagung atau bawang merah. Karena terus kena asap yang mengandung senyawa antioksidan, maka komoditas itu pun awet. “Jadi yang digunakan untuk pengawetan itu, sebenarnya ya, asap, kata Bambang. Ketika ia menjelajahi dunia maya, semakin yakinlah ia bahwa. Maklum di beberapa negara asap cair lazim dimanfaatkan untuk pengawetan makanan. Itu yang mendorong Bambang mengkampanyekan penggunaan asap cair yang multimanfaat. Bagi Bambang asap tak membuat pedih di mata. Asap malah membuat mata berbinar-binar.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post ASAP CAIR SANGAT POTENSIAL DIKEMBANGKAN

Selai kulit pisang uenak rasanya

TUBUH SEHAT BERKAT KOLOSTRUM

PENGEMBANGAN HIBRIDA ARABICUM YAMAN

MEREKA TETAP PRIMADONA PERHELATAN

OBAT SELAIN MAUT