bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » BISNIS DAUN PELENGKAP RANGKAIAN BUNGA
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz10.BISNIS DAUN PELENGKAP RANGKAIAN BUNGA

Ciai kini keindahan rangkaian bunga tidak hanya dilihat dari warna-warni bunganya. Itu sebabnya bisnis daun pelengkap rangkaian tumbuh subur, bahkan sudah hampir menyamai bisnis bunganya. Tidak heran bila dari satu floris saja bisa dijual ratusan tangkai daun setiap hari. Hijaunya dedaunan yang dihadirkan di sela-sela rangkaian bunga, selain bisa memberikan kesan sejuk dan tenang, juga bisa membuat rangkaian yang akan dipersembahkan lebih asri dan tampil lebih indah. Daun memang memiliki kelebihan tersendiri. Ia bisa dilipat dan digunting. Sehingga lebih mudah ditata dengan kreasi sesuai selera, sedangkan bunga tidak bisa. Trend di pasaran jenis tanaman pelengkap sangat bervariasi, namun pemakaiannya tergantung selera perangkainya. Harry zulkarnaen, perangkai bunga dari jalan ka-rang layung, bandung misal nya, banyak menggunakan daun singonium, philoden-dron, monstera, aglonema dan begonia. Sedangkan ageung c. Hidayat, floris taman bunga mekar di pusat bunga wastukencana, bandung, lebih sering menggunakan pakis, drasena, daun kayu besi, antu-rium, dan papayungan. Lain lagi dengan floris di bisnis daun pelengkap rangkaian bunga lebih manis bila dihiasi dedaunan jakarta. Daun florida beauty, sikas, paku-pakuan, cyperus (papayungan), dan asparagus yang justru banyak digunakan. “namun yang lagi nge-trend saat ini adalah daun florida beauty dan silver dollar,” tu tur ny. Syaiful sulun, floris “silver dolar”yang baru dan florida beauty kebutuhannya sedang naik daun banyak bahkan diekspor 48 info pertanian indonesia 278 – th. Xxiv – januari 1993 iauty rp 7.000,00/ikat berisi 5—20 tangkai. Sedang . Tanto utomo menjual flo-ia beaufy-nya 3 150,00/tangkai. Harga sil-?r dollar menurut evie safuri tri jaya murni florist antara 3 1.000,00— rp 1.500,00/ ngkai. Kalau ageung c. Hidayat in lagi. Ia biasa membeli pa-s dengan harga 3 1.000,00—rp 1.500,00/ at, drasena rp 3 000,00/ikat ;risi 5 batang, daun kayu :si rp 1.000,00/100 lembar, iturium rp 20,00/lembar, in papayungan rp 1.000,00/ at. “harga ini stabil,” kata into. Namun, “pada hari le-iran atau saat barang tidak ia, harganya naik”, tutur annis swara dari florist ?naryllis, bandung. Kalau ida hari biasa harga satu ikat paragus rp 250,00— 3 1.000,00, maka kalau stok luar tipis harganya ) 1.500,00, dan pada hari :baran harganya sampai ) 2.000,00. Rospeknya cerah lik tanto maupun ny. Syai- 1 berpendapat, supply dan =mand tanaman pelengkap ngkaian ini masih berim-ing. Pasalnya, belum semua jris menggunakannya seba-;i unsur utama. Namun me-ka sependapat, prospek snis ini cerah. Apalagi sejak hun 1960-an permintaan pa-r eropa akan daun pe-ngkap ini sudah sangat :sar. Mengacu pada kondisi ilah tanto berani mengalih-in perhatian dari bisnis iggrek yang selama ini dige-tinya. Bisnis rangkaian memang makin berkembang. “kalau llu rangkaian hanya dihitung ?ngan jumlah bunga sebagai rnghiasnya, maka kini nilai :indahan dan estetika juga hitung,” kata tardjo rus-ana, ketua koppas bunga astukencana ,kemudian bedengan itu diberi naungan. Untuk perwatannya ia menyiram setiap hari 1—2 kali tergantung cuaca. Cara ini hanya digunakan encuk saat musim kemarau. Pada saat musim hujan ia tidak menerapkan cara seperti itu “kalau dengan cara biasa keberhasilan pembibitan pada musim penghujan paling hanya 30-50%,” ujarnya. Di musim hujan ia menggunakan cara pembibitan sebagai berikut : 1. Tunas diambil dari batang tanaman yang sehat, dijaga jangan sampai terkena sinar matahari langsung dan jangan terlalu lama dibiarkan (paling lama 2 jam). 2. Sementara itu buatlah bumbung dari daun pisang atau plastik yang bagian dasarnya berlubang. Garis tengahnya sekitar 2,5—3 cm dan tinggi 3 cm. 3. Isi “bumbung” tersebut setengahnya dengan campuran tanah dan pupuk kandang steril dengan perbandingan 1:1. 4. Olesi pangkal tunas dengan pasta zpt akar (rootone f) secukupnya. 5. Masukkan pangkal tunas lalu timbun dengan media dan padatkan sampai tunas tidak goyah. 6. Letakkan bumbung pada tempat yang ternaung dengan jarak tanam rapat. La-kukan penyiraman bila perlu saja atau bila cuaca cukup panas. 7. Dua minggu kemudian akar sudah mulai keluar dan 3—4 minggu kemudian bi- § bit sudah bisa di tanam o langsung di lahan. Dengan cara ini keberhasil- o an pembibitan bisa ditingkatkan sampai 90 %.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post BISNIS DAUN PELENGKAP RANGKAIAN BUNGA

Waspadai Wereng Coklat Biotipe Baru

PUPUK HAYATI IDENTIK DENGAN MIKROBA TANAH

Beternak Ayam Kampung Peluang Meraup Pundi pundi Rupiah

DARAH KAMBING MENGOBATI SAKIT KUNING

WALET YANG TERBANG DI ATAS LAUT