bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » DAUR ULANG INI CARA HIMAWAN ADIYOSO MENGGANTI MINYAK TANAH.
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz29.mencampur bioetanol dan minyakjelantah

Produsen bioetanol di Cilegon, Banten, itu mencampur bioetanol dan minyakjelantah. Perbandingannya 1:1. la juga menambahkan 10% surfaktan sebagai pelarut. Pabrik genteng, batu bata, keramikyang menggunakan minyak tanah, dapat menghemat biaya bahan bakar. Sebab harga bioetanol-jelantah itu cuma Rp4.000; minyak tanah Rp6.300 per liter. *** Hemat “Tak perlu antre minyak tanah,” ujar Bambang Purnomo yang mendesain kompor bioetanol. Kompor tanpa sumbu itu praktis. Pengguna tinggal menuangkan bioetanol ke dalam wadah seukuran cangkir berisi200 ml. Api langsung menyembur saat kompor dinyalakan. Untuk mematikannya, letakkan penutup berbentuk bulatan di atas wadah. “Satu liter bioetanol setara 7 liter minyak tanah,” ujar Soekaeni, rekan Bambang Purnomo sembari menggoreng tempe di atas kompor bioetanol. *** Energi Listrik Limbah pengolahan singkong ternyata bermanfaat untuk menghasilkan gas metan. Berkat alat digester milik PT Budi Acid Jaya, limbah dari 2 pabrik di WayJepara, Lampung, mampu menghasilkan 4.500 ton gas metan. Gas itu kemudian dijadikan bahan bakarpembangkit listrik. Kedua pabrik tapioka terbesar di dunia itu tak lagi mengandalkan bahan bakar fosil yang menipis.*** Investasi marak Dengan segala kelebihan di atas, penggunaan bioetanol agaknya kian mendesak. Bukan hanya karena industri itu menjadi lokomotif pengembangan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, juga lantaran harga minyak bumi yang diperkirakan melambung hingga US$100 per barel (1 barel = 117,35 liter) pada tahun mendatang. Itulah sebabnya, Johan Bukit produsen bioetanol memperkirakan, “Siapa pun presiden terpilih, pada 2009 sulit mempertahankan subsidi bahan bakar.” Kondisi itu mendorong banyak investor membenamkan modal untuk membangun kilang hijau alias energi terbarukan. Johan Arnold Manonutu, misalnya, menjalin kemitraan dengan masyarakat Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Anak tunggal mantan Menteri Penerangan zaman Bung Karno itu menggelontorkan dana jutaan rupiah untuk membeli 5 unit mesin produksi bioetanol berkapasitas masing-masing 2001/hari. Mesin-mesin itu “dipinjamkan” kepada warga Desa Menara, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Satu unit mesin dikelola 3 orang. Johan menampung hasil produksi mereka yang mencapai 1.000 liter sehari, dengan harga Rp6.000 per liter. “Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga cap tikus yang hanya Rp300 per liter,” ujamya. Gap tikus yang ia maksud adalah sulingan nira aren berkadar etanol 35% yang lazim digunakan untuk bahan minuman keras. Johan memasarkan etanol itu ke beberapa rumahsakit untuk sterilisasi. Dengan harga jual Rpl6.000—Rpl7.000 per liter, omzetnya Rpl6-juta—Rpl7-juta per hari. Edy Darmawan dari PT Indo Acidatama berencana membangun pabrik pengolahan berkapasitas 50-juta liter per tahun di Lampung. Begitu juga Sugar Group Company (SGC), pemilik 3 pabrik gula raksasa yang mendirikan pabrik berkapasitas sama di Lampung Tengah. Mereka mengendus peluang besar dengan membangun kilang hijau yang ramah lingkungan. Pangsa pasar terbentang luas, harga memadai, bahkan dapat digunakan untuk keperluan sendiri. Itulah bioetanol, “bensin” dari tetumbuhan. Ingin membangun kilang di halaman rumah agar mencecap manisnya berbisnis bioetanol?

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post DAUR ULANG INI CARA HIMAWAN ADIYOSO MENGGANTI MINYAK TANAH.

Klinik Perawatan Kecantikan Tercanggih Solo

Kiat memelihara kucing jumbo

Herbal Andal dari Meja Makan

ANEKA KOMODITAS ALAM SRAGEN YANG PERLU DI TUMBUHKAN

PEMILIK MOBIL MEMODIFIKASI MESIN UNTUK MENGGUNAKAN CAMPURAN BIOETANOL