bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » PEMETIK LABA KILANG HIJAU
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz40.PEMETIK LABA KILANG HIJAU

Dari balik jendela pesawat, hasrat Eka Bukit berhenti menambang batubara itu muncul. la melihat tanah yang berlubang-lubang; ketika pesawat yang membawanya pergi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hendak mendarat. Tanah berlubang bekas galian batubara. Pemandangan serupa juga tampak ketika ia naik pesawat per intis dari Banjarmasin ke lokasi penambangan di Batulicin. Eka Bukit kewalahan layani tingginya permintaan bioetanol § tk M engerikan sekali melihat tanah bekas MM galian batubara. Bayangkan untuk m 1# ? menggali 1 ton batubara, 10 ton M W m tanah harus digali,” ujar Eka Bukit. Produksi batubara Indonesia 150-juta ton per tahun. Artinya 13 miliar ton tanah harus dikeruk. Oleh karena itu pada akhir 2004 ia memutuskan menutup usaha penambangan batubara di Batulicin, Kalimantan Selatan. Padahal, dari penjualan batubara ke India, ia meraup omzet hingga Rpl5-miliar per bulan. Setiap bulan ia mengangkut 750.000 ton. Saat itu harga jual d: ra?ar .okal Rp200.000 per ton. Menurut pr.a 35 tahur. seorang penambang dalam semalam, mampu mengangkut 1.000 ton. PT Kreatif Energi Indonesia yang dirikan oleh Eka bersama kerabat dan rekan itu memang tak menggulung layar. Perusahaan itu tetap berdiri dan melayani konsultasi pertambangan. Pada 2005 ketika biodiesel tengah tren, Eka akhirnya melirik bisnis bahan bakar nabati itu. Kebetulan juga saat itu harga minyak kelapa sawit mentah di pasaran USS400 per ton. Ia memproduksi rata-rata 1—2 ton biodiesel per hari untuk memasok pasar Jakarta dan Surabaya. Sejak menuntut ilmu di Kanada pada 1998—2001, Eka memang tertarik pada bahan bakar nabarL Ketika itu negeri di Benua Amerika bagian utara itu sudah memanfaatkan biodiesel. Biox mengolah kedelai menjadi bahan bakar kendaraan bermotor yang dijajakan di 7 SPBU di Toronto dan Ottawa. “Orang tak akan memulai menggunakan bahan bakar nabati, jika tak punva dasar yang kuat,” kata Master Sistem Manaiemen Informasi alumnus Carlton University- itu. Artinya, Kanada pasti mempunyai hitung-hitun;an vang matang ketika memutuskan untuk menggunakan biosolar. Nira aren Pada akhir 2006 Eka Bukit juga menggeluti bisnis bioetanoL Baik biodiesel (sumber energi mobil bermesin diesel) maupun bioetanol alias biopremium termasuk bahan bakar nabati yang bersumber dari tumbuhan. Sari ana Teknik Industri alumnus Universitas Sumatera Utara itu memang tak mengolah dari bahan mentah. Ia bekerja sama dengan puluhan produsen r::e:anol skala rumahan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Masyarakat setempat secara turun-temurun piawai mengolah nira aren menjadi etanol dengan peralatan sederhana. Karena terbiasa mengolah etanol, teknologi produksi sangat mereka kuasai. Dengan demikian, Eka tak harus menyuluh atau mengajari cara menyuling, misalnya. Bagi mereka, etanol nira aren itu sebagai bahan minuman keras yang sohor dengan sebutan Cap Tikus. Malahan minuman itu juga dikapalkan ke Papua. Bioetanol produksi mereka berkadar etanol 35%. Untuk menghasilkan satu liter perlu 9 liter nira.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post PEMETIK LABA KILANG HIJAU

Pembudidayaan Cabe di Sragen Meningkat Tajam

DAFTAR STOLIST TIANSHI

Sarapan Sehat Ala Herbal Kian Trend

6 KEMATIAN AKIBAT FAKTOR LINGKUNGAN

MOLASE LIMBAH TETES TEBU BAHAN BAKU BIOETANOL