bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » PENGOLAHAN ARANG AKTIF TERPADU DENGAN ASAP CAIR
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz51.PENGOLAHAN ARANG AKTIF TERPADU DENGAN ASAP CAIR

Gosong oke Selain asap cair, cocofiber, dan cocopeat, olahan “imbah” kelapa lain adalah arang aktif. Idealnya. Namun, beberapa produsen hanya mengolah arang aktif. Boleh jadi lantaran teknologi produksi asap cair terbilang baru di Indonesia. Djaya Suryana sejak 2002 memasok arang aktif ke sebuah perusahaan di Tanjungbintang, Provinsi Lampung. Ia membersihkan arang hasil pembakaran tempurung kelapa di mesin diesel 30 PK. Melalui ban berjalan arang lolos sortir masuk ke mesin penghancur. Ketika keluar arang melewati saringan baja sehingga hasilnya seragam. Djaya memasarkan 3.000 ton arang aktif per bulan. Masih ada 5.000 ton permintaan rutin per bulan yang belum dapat Djaya penuhi. Sayang, ia merahasiakan harga jual ke produsen karbon aktif. “Minimal ambil untung Rp50 per kg,” kata Djaya. -j-. Denaan perlakuan khusus v cocbdust berubah jadi cocapeat ufituk media tanam Lima puluh rupiah tak bisa dibilang kecil karena secara akumulasi laba bersihnya Rp 150-juta. Memang dibanding laba Doddy Suparno dan Oka Bagus Panuntun, keuntungan Djaya lebih kecil. Doddy mengutip laba Rp 1.500 per kg arang aktif. Harga jual saat ini Rp4.500 per kg. Menurut Doddy biaya produksi per kg briket Rp3.000. Dari pembakaran 15 ton tempurung ia memperoleh 5 ton arang aktif per bulan. Mereka lalu menghancurkan arang dan mengolahnya menjadi briket. Margin perniagaan barang gosong itu Rp7,5-juta sebulan. Mestinya laba Doddy lebih besar jika saja setiap bulan mampu memenuhi permintaan rutin dari Yunani dan Timur Tengah masing-masing 22 ton dan 88 ton. Di luar olahan “limbah kelapa” itu sebetulnya masih ada produk turunan lagi seperti tepung tempurung seperti digeluti oleh Agus Setiawan. Pria kelahiran 11 Agustus 1971 itu menggiling tempurung kelapa menjadi tepung. Rendemen 90%—10 kg tempurung menjadi 9 kg tepung. Volume produksi “baru” 50 ton sebulan terserap sebuah pabrik obat nyamuk. Tepung batok bahan baku obat nyamuk bakar. Dengan harga jual Rp2.500 dan biaya produksi Rpl.000, laba bersihnya Rp75- juta. Menurut Agus pasar tepung terbentang luas. Ia belum sanggup melayani order rutin 1.350 ton tepung per bulan. Pasar olahan “limbah” kelapa terbukti luas. Kepala Bidang Pemasaran Dewan Kelapa Indonesia, Djaja Putra Rachmat, membuktikannya. Selama sebulan sejak 23 Agustus 2008 ia berkeliling Belanda dan Jerman menemui para importir olahan “limbah” kelapa. “Asal kontinuitas dan kualitas terjaga, pasar sangat besar,” kata Djaja. Iabersedia menjembatani produsen cocopeat atau cocofiberuntukmemasarkanprodukkemancanegara. Menurut Djaja pesaing Indonesia adalah Sri Lanka yang lebih dulu serius menekuni bisnis itu. Sabut dan tempurung kelapa yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata komoditas prospektif yang menjanjikan laba besar. (Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina, Ari Chaidir, Faiz Yajri, Imam Wiguna, Niken Anggrek Wulan) Lantai Ini lantai khas tropis, terbuat dari tempurung kelapa bikinan Susena. Produsen di Serang, Provinsi Banten, itu menghaluskan, lalu memotong tempurung dengan ukuran bervariasi. Potongan-potongan batok itu ia lekatkan di atas adonan semen dan pasir berukuran 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 cm. Seteiah cetakan kering, ia membersihkannya hingga mengkilap. Maka jadilah lantai yang tak biasa.***

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post PENGOLAHAN ARANG AKTIF TERPADU DENGAN ASAP CAIR

Budidaya ikan koi di kolam sendiri di limpung batang pekalongan

Oasis di sekitar kebon sirih

BIKIN PAKAN IKAN LELE DENGAN CACING TANAH

SILANGAN SANSEVIERIA MASONIANA DAN S. KIRKII

MELANCARKAN AIR ASI DENGAN HERBAL JOSS