bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » SILANGAN SANSEVIERIA MASONIANA DAN S. KIRKII
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz75.SILANGAN SANSEVIERIA

koleksi Soejatno Soebekti tanaman hias menyilangkan sansevieria pada akhir 2007, ujar Pramote Rojruangsang saat mengunjungi nurserinya di Pathumthani, Thailand. Akibatnya, karakter hasil silangan masih tanda tanya. Biasanya hasil silangan baru terlihat karakternya seteiah berumur 2 tahun. Hibrida-hibridaberukuranbesardidapat dari mancanegara. Beberapa pekebun mendatangkan hibrida dari Amerika dan Filipina,kata Tjiew. Negeri Siam memang kerap menjadi ‘persinggahan’ tanaman hias dari berbagai negara. Tjiew sendiri menyilangkan sansevieria sejak 2002. “Ketika itu hanya sekadar hobi,ujar pemilik Unyamanee Garden itu. Baru pada 2 Maret 2006, ia serius menyilangkan lidah mertua. Hasil jerih payahnya itu kini mulai terlihat. Beberapa hasil silangannya menampakkan karakter yang berbeda dengan sang induk. Salah satunya Sansevieria horwood hibrid. Hanya saja Tjiew tidak dapat mengidentifikasi tetua jantan. “Bunga tidak matang bersamaan. Indukan yang berbunga juga terbatas. Jadi dalam satu tangkai bunga diserbuki lebih dari satu indukan jantan,tuturnya. Bunga Sansevieria “horwood’ diserbuki oleh Sansevieria trifasciata, S. siam silver’, S. guineensis, S. cylindrica, dan S. ballyi. Dua tahun berselang, dari kelima indukan jantan itu lahir 3 varian yang menampakkan karakter berbeda. Satu di antaranya berdaun lebih pendek dan tebal. Horwood lazimnya berdaun Silangan tanpa nama, indukan belum teridentifikasi, koleksi Soejatno Soebekti panjang hingga mencapai 75 cm dan tipis. Ciri khas corak yang biasanya berupa totol berwarna perak berubah menjadi garis yang membentuk deretan horizontal seperti pada trifasciata. Namun, tepi daun bergelombang yang menjadi ciri khas horwood masih terlihat jelas. Hibrida lainnya mirip yang pertama. Hanya saja tepi daun tidak begitu bergelombang. Varian yang ketiga juga tak kalah unik. Warna daun didominasi hijau tua. Anehnya, dua daun muda berwarna kuning seperti variegata. “Penyebabnya hingga kini belum diketahui,ujar Tjiew. Sansevieria ballyi hibrid, koleksi Pramote Rojruangsang Hasil silangan lainnya adalah Sansevieria cylindrica hibrid. Keempat tetua jantan yang digunakan sama, plus horwood. Persilangan itu melahirkan salah satu varian yang juga unik. Kelima daun pertama silangan itu berbentuk pipih dan ujung daunnya menyerupai Sansevieria javanica. Sedangkan daun ke-8 berbentuk bulat, khas cylindrica ‘patula. Penyimpangan juga terjadi ketika Tjiew menggunakan Sansevieria ballyi sebagai tetua betina. Salah satu hasil silangannya benar-benar menyimpang dari karakter ballyi. Daunnya menjadi pipih dan tebal, tidak membulat seperti lazimnya. Cross banding menyerupai trifasciata. Dengan hasil silangan seperti itu Tjiew yakin 2 tahun mendatang sansevieria hibrid bakal membanjiri Thailand. Maklum, tak hanya Tjiew yang getol menyilangkan tanaman ular itu. Sekitar 30—40 pekebun mengikuti jejak Tjiew sejak akhir 2007. Imbasnya tren sansevieria di tanahair bakal semakin langgeng seiring lahirnya hibrida-hibrida baru.

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post SILANGAN SANSEVIERIA MASONIANA DAN S. KIRKII

BUDIDAYA BUAH PEPAYA

Tanaman buah tanpa musim

MENGHILANGKAN BAU AMIS DAN TANAH

Walet juga perlu nutrisi untuk menghasilkan liur emas

BINCANG SEPUTAR MASALAH SAKIT HIDUNG SOLUSI HERBAL