bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » MEMANFAATKAN PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz94.PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK

Sayuran di KJA tumbuh subur dengan pupuk lindi hasil dari komposter program pengelolaan sampah organik Disamping mengelola sampah, PT. Sinta Prima Feedmill juga mempelopori penanaman sayuran di Karamba Jaring Apung yang merupakan satu kesatuan terintegrasi dengan program pengelolaan sampah organik. Penanaman sayuran dipandang perlu oleh PT. Sinta Prima Feedmill sebab warga yang tinggal di dalam waduk kurang banyak mengkonsumsi sayuran karena tempat tinggal yang jauh dari darat. Padahal sayuran merupakan salah satu sumber gizi yang sangat penting untuk kesehatan. Hal kecil dan mudah ini bila dilakukan oleh banyak petani ikan akan memberi hasil yang sangat berguna bagi pelestarian perairan waduk dan menunjang ketahanan pangan nasional. Ketahanan Pangan Terobosan yang dilakukan PT. Sinta Prima Feedmill itu memang mendapat respon positif dari Annie Numberi. “Kegiatan ini sangat mendukung program ketahanan pangan,” ujar istri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Freddy Numberi itu. Dalam pengelolaan sampah organik, pembudidaya ikan terlibat menjadi petani karena mereka ikut serta menanam aneka jenis sayuran seperti sawi, tomat, cabai, labu, ketimun, bawang sampai tanaman obat keluarga (TOGA) seperti lengkuas, jahe, sirih, dan lidah buaya di KJA. Sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah dipakai lindi yang dihasilkan dari tong komposter. Sejatinya hal itu memberi nilai tambah yang besar bagi peternak ikan. Selain mendapat penghasilan dari budidaya ikan, mereka dapat memperoleh pendapatan sampingan dari menjual sayuran misalnya. Atau minimal mengkonsumsi sendiri tanpa harus membeli karena keterbatasan lokasi yang jauh dari darat. Itu artinya banyak pengeluaran yang di hemat. Selain itu, “Sayuran yang dipanen di KJA pasti segar karena dipetik langsung sehingga lebih bergizi dan menyehatkan,” kata Liliyanti. Muara dari semua itu adalah meningkatnya kesejahteraan keluarga. Menurut Liliyanti jika program bertema “Mengatasi Sampah Membawa Berkah” itu berjalan lancar dipastikan jumlah sampah organik di Waduk Cirata dapat ditekan. Ujungnya peternak ikan memetik keuntungan. Contohnya booming plankton yang kerap timbul sebagai ekses dari penguraian bahan organik tidak terjadi. Booming plankton dapat menimbulkan kerugian besar, yaitu kematian massal pada ikan akibat berkurangnya kadar oksigen terlarut di air. Berkah lain dari kualitas waduk yang bersih adalah meningkatnya daya tahan tubuh ikan. Dengan daya tahan lebih baik itu beragam penyakit yang ditakuti peternak ikan seperti white spot dan koi herpes virus (KHV) sulit merajalela. Tak sekadar memberikan sarana pengolahan, PT. Sinta Prima Feedmill juga mengkombinasikan dengan pengawasan dan evaluasi program secara berkala. Bentuknya dengan melakukan kunjungan ke petani ikan sekaligus mengontrol bila ada masalah dengan program itu. Hal ini dilakukan untuk memastikan program itu berjalan baik tidak terbengkalai sehingga tujuan utama pelestarian waduk pun dapat tercapai. Program ini tidak hanya dilakukan di Waduk Cirata, tetapi sudah meluas sampai ke Waduk Jatiluhur yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2008. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat,” ujar Liliyanti yang bersama Annie Numberi, Erna Witoelar, dan Dewi Motik berkesempatan menebar 200.000 bibit bandeng di Waduk Cirata. Selain Waduk Cirata dan Jatiluhur, program ini terus digulirkan ke beberapa wilayah lain di Indonesia seperti di Waduk Kedung Ombo, Waduk Gajah Mungkur, dan beberapa waduk lain di Indonesia sehingga diharapkan dalam beberapa tahun mendatang semua waduk yang ada di Indonesia akan bersih dan lestari dan disamping itu semua warga yang tinggal di waduk dapat pada tanaman dan sayur-sayuran untuk ketahanan pangan. Dengan setitik kepedulian dari PT. Sinta Prima Feedmill bersama dengan dukungan semua warga yang tinggal di dalam maupun sekitar waduk untuk ikut mengelola sampah organik maka semua waduk yang ada di Indonesia diharapkan akan terus memberi berkah bagi masyarakat di sekitarnya.*** Ir. Anang Hermanta, Direktur Pemasaran PT, Sinta Prima Feedmill berbicara dengan peternak ikan untuk sosialisasi program pengelolaan sampah organik dan penanaman sayuran di KJA di Waduk Jatiluhur

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post MEMANFAATKAN PUPUK CAIR HASIL DARI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK

Iklan menyembuhkan Radang Empedu

STUDI KASUS di lahan gambut PENGGUNAAN DAN DAMPAK MEREKA – Pengalaman Indonesia

BUDIDAYA SAYUR

SAYURAN DAN BUAH SEGAR MENCEGAH OBESITAS

BLACK PINE (PINUS THUNBERGII) BONSAI BERKUALITAS TINGGI