bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Home » Blog » PANEN ASIRI BERKAT LEMAK SAPI TIGA LEMAK
Filed: Blog
Advertisement
loading...

zz96.PANEN ASIRI BERKAT LEMAK SAPI

Bila ingin menerapkan teknologi enfleurasi, siapkan lemak sapi yang bersifat padat, lemak kambing, dan lemak ayam yang bersifat lunak. Campuran ketiga lemak itu dengan perbandingan 2:1:1 cukup memadai untuk mengganti lemak babi. Pengganti lain, mentega putih sebagai penyerap minyak mawar. Yulianingsih membersihkan lemak dari kotoran, menggiling hingga halus, dan mencuci menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah itu ia mencairkan lemak secara perlahan di atas pemanas air pada suhu 60°C. Untuk menghilangkan aroma lemak tak sedap ia menambahkan 0,6% benzoin dari bobot lemak. Alumnus Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor itu lantas menyaring lemak dengan kain kasa dan mendiamkan pada suhu ruang atau 27—30°C. Campuran ketiga lemak itu kemudian diaduk dengan mixer Musim dingin tengah menghampiri Paris ketika Jean Baptiste Grenouille meninggalkan kota itu. la bergegas menemui Amulfi, ahli penyuling mawar di Grasse, kota kecil di Perancis Selatan. Kepada perempuan itulah Baptiste Grenouille belajar menyuling mawar. Anda tak perlu terbang ke Grasse seperti dalam novel The Perfume karya Patrick Suskind untuk belajar menyuling mawar. Cukup di halaman rumah, dengan bantuan lemak sapi. ean Baptiste Grenouille menerapkan &• teknologi enfleurasi untuk memanen minyak mawar. Enfleurasi merupakan m proses penyerapan minyak asiri dengan bantuan lemak. Grenouille memanfaatkan lemak babi yang berlimpah di sana. Namun, peran lemak babi dapat digantikan dengan campuran lemak sapi, kambing, dan ayam. Sebab, fungsi lemak menangkap minyak bunga mawar. Ir Yulianingsih MSi dan Ir Dwi Amiarsih, peneliti Balai Besar Pascapanen Pertanian Bogor, menyuling minyak mawar menggunakan teknik enfleurasi dan pelarut. Enfleurasi mempunyai beberapa kelebihan ketimbang ekstraksi. Dengan enfleurasi produsen memperoleh minyak beraroma kuat, warna jernih, dan banyak senyawa kimia yang tak terlarut dalam lemak. Teknik itu juga dapat diterapkan untuk menyuling Ir Yulianingsih Msi dan Ir Dwi Amiarsih, lemak nonbabi bisa digunakan untuk menangkap minyak mawar berkecepatan rendah pada 10 menit pertama. Selanjutnya kecepatanditingkatkan.lakukan selama 2 jam hingga lemak tercampur sempurna. Periset itu lalu memurnikan lemak dengan netralisasi. Intinya memisahkan asam lemak bebas dari minyak. Asam lemak bebas harus dibuang lantaran memicu tengik. Ia juga menambahkan 0,15—0,3% tawas untuk pemucatan alias menghilangkan zat warna yang tidak disukai dalam minyak sekaligus deodorisasi untuk menghilangkan beragam bunga seperti mawar, melati, kenanga, dan lavender. bau tertentu. Sekarang lemak siap sebagai absorben alias menyerap minyak asiri. Produsen yang menerapkan enfleurasi mesti mempersiapkan kotak kaca yang disebut chasis. Panjang kotak 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 5 cm. Agar aman dan menekan biaya, gunakan kaca akrilik. Di dasar kotak dibuat lubang berdiameter 5 cm, di bagian tepi untuk memudahkan pengangkatan ketika membersihkan lemak dan menangkap aroma mawar yang lolos di satu kotak. Biasanya lima kotak disusun vertikal sehingga membentuk apartemen bertingkat. Untuk lubang disusun secara zig-zag. ^jperkebunan Di setiap chasis Yulianingsih meletakkan 200 g bunga mawar di atas lapisan lemak setebal 0,3 cm. Ia menutup kotak kaca dan membiarkannya selama 24 jam. Keesokan hari, ia mengambil bunga yang telah layu dan menggantikannya dengan mawar segar. Begitu seterusnya hingga 7 hari berturut-turut. Lemak akan menangkap minyak asiri bunga mawar, meski tanpa pemanasan. Panen atau pengambilan lemak yang mengandung minyak asiri dilakukan pada hari ke-7. Di setiap lembar chasis Yulianingsih memperoleh 0,35 g sehingga total volume minyak mencapai l,75g selama 7 hari. Dengan harga Rpl40.000 per g, pendapatannya Rp245.000. (Faiz Yajri) Mawar disuling minyaknya menggunakan teknik enfleurasi Lemak Menangkap Minyak 1. Lumuri permukaan kaca chasis dengan 200 g lemak secara merata berketebalan 0,3 cm. Kemudian gores permukaan lemak dengan ujung pisau untuk memperluas permukaan lemak. 2. Letakkan 200 g bunga mawar yang telah dibersihkan dari tangkainya di atas permukaan chasis yang dilumuri lemak. 3. Tutup chasis dan biarkan lemak menyerap aroma mawar. Setiap 24 jam bunga dikeluarkan dan ganti dengan mawar baru berbobot sama. Ratakan kembali permukaan lemak dan gores dengan ujung pisau secara berlawanan arah. Lakukan langkah 1—2 selama 7 hari berturut-turut. 4. Ambil lemak dari chasis dengan spatula dan masukkan ke labu erlenmeyer atau gelas kaca. Larutkan lemak dalam alkohol 95% dengan perbandingan 1:2. 5. Panaskan campuran lemak dan alkohol pada suhu 30PC di atas pemanas air sambil diaduk rata sehingga lemak terpisah dan menghasilkan filtrat. Dinginkan di lemari pendingin pada suhu 15°C sampai filtrat terpisah dari lemak yang mengendap. 6. Lanjutkan pendinginan sampai suhu 5°C dan -5°C, filtrat disaring dan menghasilkan minyak bunga dalam lemak. 7. Filtrat kemudian dipanaskan dengan suhu 30°C dan tekanan vakum 550 mmHg hingga mendapatkan absolut mawar

shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

komentar

klikaja bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Related Post PANEN ASIRI BERKAT LEMAK SAPI TIGA LEMAK

BEBERAPA JENIS ULAR MENJADI INCARAN KOLEKTOR DUNIA

Pengertian Urea dan Penjualan Pupuk Urea

PHYCOCYANIN ANTIOKSIDAN MENGOBATI PENYAKIT PERKOTAAN

Hasil Bumi Kabupaten Sragen

SIRIH, PINANG, GAMBIR MAMPU MENYEMPITKAN VAGINA